Skripsi
Pengaruh variasi kuat arus dan posisi pengelasan pada baja karbon rendah terhadap kekuatan tarik hasil pengelasan GMAW / Farhan Imawan Fahmi
Abstrak
v RINGKASAN Fahmi Farhan Imawan. 2018. Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Posisi Pengelasan Pada Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan GMAW. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Solichin S.T. M.Kes. (II) Drs. H. Sunomo M. Pd. Kata Kunci Kuat Arus Posisi Pengelasan GMAW Gas Metal Arc Welding (GMAW) banyak digunakan untuk pengelasan logam ferrous salah satunya baja karbon rendah. Baja karbon rendah banyak digunakan antara lain untuk lambung kapal dan bejana tekan. Dalam pengelasan GMAW sering ditemui adanya penggunaan variasi kuat arus dan posisi pengelasan yang berpengaruh terhadap baik buruknya mutu hasil pengelasan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Posisi Pengelasan Pada Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan GMAW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah eksperimental. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktorial 2 4 yaitu dua variasi kuat arus dan empat posisi pengelasan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Objek penelitian ini adalah baja karbon rendah yang diberikan perlakuan pengelasan setelah itu dilakukan pengujian tarik. Hasil penelitian diperoleh bahwa variasi kuat arus pada pengelasan baja karbon rendah dengan las GMAW memberikan pengaruh terhadap nilai kekuatan tarik yang dapat dilihat dengan adanya perbedaan kekuatan tarik dari setiap perlakuan kuat arus yang bervariasi. Selain kuat arus yang mempengaruhi kualitas hasil pengelasan posisi pengelasan juga memberikan pengaruh terhadap kualitas hasil pengelasan yang mempengaruhi kekuatan tariknya. Hasil pengelasan dengan kuat arus 120 A dan posisi pengelasan 2G memberikan kekuatan tarik hasil pengelasan tertinggi yaitu sebesar 47 66 kgf/mm2 dan pengelasan dengan kuat arus 140 A dan posisi pengelasan 4G memberikan kekuatan tarik hasil pengelasan terendah yaitu sebesar 44 45 kgf/mm2.