UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Implicatures based on Maxims violation in online chatting memes / Putri Ayu Marista

Marista, Putri Ayu - Nama Orang;

Abstrak
Marista Putri Ayu. Humorous Implications Arising from Maxims Violation in Online Chatting Memes. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1 Maria Hidayati S.S M.A dan Pembimbing 2 Dr. Johannes Ananto Prayogo M.Pd M.Ed. Kata Kunci Implikatur percakapan Maksim Online chatting Meme. Implikatur percakapan adalah salah satu jenis implikatur selain implikatur konvensional yang mencerminkan arti pembicara dan memproduksi arti yang tidak alami (eksplisit) dalam percakapan. Percakapan akan berhasil jika prinsip kerjasama diterapkan dengan tepat. Kegagalan dalam mengikuti persyaratan kerjasama atau maksim akan menyebabkan pendengar akan kehilangan konteks percakapan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pelanggaran maksim dalam online chatting meme sebagai bagian dari visual humor yang terdiri dua orang atau lebih di dalam sebuah percakapan. Penelitian ini menggunakan rancangan deksriptif kualitatif sebagai metode. Data didapatkan dari Official Calbel sebuah situs web yang mengunggah banyak video-video yang mengandung humor. Data diperoleh dalam kurun waktu Juli 2016 sampai dengan September 2017. Setelah memperoleh data sebanyak 50 peneliti menggunakan tiga tahap untuk menganalisa data yaitu (1) membaca meme (2) mengategorikan meme dan (3) menganalisa pelanggarannya sebagai tahap terakhir. Hasil penemuan dan analisa menunjukkan bahwa frekuensi setiap pelanggaran maksim berbeda-beda. Ada 4 jenis pelanggaran maksim (1) pelanggaran maksim kuantitas disebabka karena penutur tidak menjelaskan informasi secara jelas (3 data 6%) (2) pelanggaran maksim kualitas timbul disebabkan penutur tidak jujur dan salah dalam menyampaikan informasi (21 data 42%) (3) pelanggaran maksim relevansi terjadi karena partisipan tidak relevan ketika menyampaikan informasi (4 data 8%) (4) pelanggaran maksim pelaksanaan timbul disebabkan penutur mengungkapkan sesuatu yang berbelit-belit yang menyebabkan timbul makna yang bermacam-macam (22 data 44%). Selain itu hasil analisa menunjukkan bahwa implikasi yang timbul di bagian set-up bisa menjadi dampak dari pelanggaran maksim di atas. Implikasi tersebut juga sangat mungkin menjadi bahan humor ketika di bagian punch-line penutur memberikan kejutan kecil yang bisa menyebabkan pembaca tertawa. Dari hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa penelitian ini bisa digunakan sebagai acuan oleh peneliti selanjutnya untuk menyelidiki lebih lanjut tentang implikasi percakapan pada topik lain serta media yang lain yang jarang diselidiki untuk menyediakan sudut pandang pengetahuan tambahan di bidang pragmatik khususnya implikatur percakapan. Penelitian ini juga disarankan untuk peneliti selanjutnya agar bisa mengembangkan ide-ide untuk mendalami implikature.


Informasi Detail
DDC
Rs 428.3 MAR i
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Sastra Inggris, 2018.
Deskripsi Fisik
x, 67 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
No Reg
05444/KI/18
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2018
Subjek
1. BAHASA INGGRIS - IMPLIKATOR
2. BAHASA INGGRIS - MAKSIM, KESALAHAN
3. ENGLISH LANGUAGE - IMPLICATION

Pembimbing
1. Maria Hidayati ; 2. Johannes A. Prayogo
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik