Skripsi
Analisis dampak Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap perkembangan UMKM industri tas dan koper Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo / Dwi Atmaja Nuladani
Abstrak
i ABSTRAK Nuladani Dwi A. 2018. Analisis Dampak Kredit Usaha Rakyat (KUR) Terhadap Perkembangan UMKM Industri Tas dan Koper Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. H. Sugeng Hadi Utomo M.S. Kata Kunci UMKM Industri Tas dan Koper Kredit Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perkembangan Perekonomian Indonesia pada dasarnya berasal dari adanya kegiatan usaha oleh berbagai kalangan masyarakat.Salah satu kegiatan usaha tersebut adalah usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ). Sebagian besar pengusaha UMKM masih dihadapi masalah mengenai keterbatasan penyediaan produk jasa dari lembaga keuangan yang disebabkan oleh keterbatasan aset yang dimiliki oleh pengusaha UMKM untuk dijadikan jaminan kredit di bank. Permasalahan dalam memperoleh kredit dari lembaga keuangan sebagian besar disebabkan oleh masalah jaminan dan prosedur pengajuan pinjaman. Masalah timbul ketika pengusaha UMKM tidak memiliki asset untuk dijadikan jaminan di Bank. Sehingga pemerintah meluncurkan kredit untuk UMKM dan Koperasi dengan fasilitas penjaminan yaitu dengan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penelitian ini juga ditinjau dari jenis variabelnya maka penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena melakukan penggambaran secara mendalam tentang situasi atau proses yang diteliti. bahwa penelitian kualitatif adalah meneliti informan sebagai subjek penelitian dalam lingkungan hidup kesehariannya. Variabel penelitian terdiri dari pemberian pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pengaruhnya terhadap perkembangan UMKM Sentra Industri Tas dan Koper di kecamatan Tanggulangin. Faktor yang mendorong UMKM Industri Tas dan Koper kecamatan Tanggulangin mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah ialah inovasi produksi. Keinginan pelaku UMKM untuk berinovasi dalam produksi bagi UMKM mendorong UMKM untuk mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kemudian dengan bunga yang murah yaitu bunga yang disubsidi oleh pemerintah hingga mencapai 7% juga mendorong minat UMKM untuk mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang pangsa nasabahnya adalah mikro ternyata masih banyak masyarakat yang tidak tahu tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sosialisasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah maupun pihak bank pelaksana juga diperlukan untuk memaksimalkan nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan adanya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijalankan oleh pemerintah membuat modal pelaku UMKM bertambah hal ini berimbas pada peningkatan produksi UMKM dengan produksi yang semakin meningkat UMKM membutuhkan tenaga kerja untuk melakukan produksi.