Skripsi
Pengaruh pembelajaran dengan media audiovisual (animasi) terhadap prestasi siswa kelas X TKR pada mata pelajaran sistem hidraulik di SMK Negeri 11 Malang / Afif Amrullah
Abstrak
ABSTRAK Amrullah Afif. 2018. PengaruhPembelajarandengan Media Audiovisual(Animasi)TerhadapPrestasiSiswaKelas X TKR pada Mata PelajaranSistemHidraulik di SMK Negeri 11 Malang . Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. SyarifSuhartadi M.Pd. (II) Drs. Paryono S.T M.T. Kata Kunci Pembelajaran Media Audiovisual (Animasi) PrestasiSiswa SistemHidraulik SMK Salah satusolusimewujudkanpembelajaran yang sesuaidengankurikulum 2013 adalahdenganmemaksimalkan media pembelajarandanmerubahcarabelajarnyadandidukungdenganrangsangan yang mampumeningkatkankeaktifanbelajarsiswaseperti media Audiovisual(Animasi). Berdasarkan hasil observasi media pembelajaran yang diterapkan di SMK Negeri11 Malang adalahAudiovisual yang hanyamenampilkangambartanpaadanyasuaradangerak haliniakanmempengaruhisemangatbelajarsiswasaatmateripelajarandisampaikan. Pembelajaran seperti ini menuntut semua siswa harus aktifsehingga tidak memberi ruang siswa yang sudah paham untuk membantu siswa yang belum paham terhadap materi pembelajaran. Untukmengetahuibagaimanakahhasilbelajarsiswadanuntukmengetahuiapakahadaperbedaanprestasisiswakelas yang menggunakan media pembelajaranAudiovisual(animasi) dengankelas yang tidakmenggunakan media Audiovisual(animasi) khususnyapadamatapelajaranSistemHidraulik di SMK Negeri 11 Malang . PenelitianinimerupakanpenelitianeksperimendengantipePost-Test Only Control Design yaknipemberiantessoaldilakukandiakhirsetelahsiswamelaksanakanpembelajaran.Subjekdalampenelitianiniadalahsiswakelas X TeknikKendaraanRinganyaitu TKR 4 sebagaikelaseksperimendan TKR 3 sebagaikelaskontrol Instrumentes di ujicobadanhasilnya di analisismenggunakanuji-T menggunakanbantuan program SPSS 23.0 For Windows . Berdasarkanhasilpenelitianmenunjukkanbahwaterdapatperbedaanprestasisiswaantarakelaseksperimendenganprestasisiswakelaskontrol terlihatdarinilaiakhirsiswa yang menggunakan media Audiovisual (Animasi)hampirseluruhnyasudahmemenuhikriteriaketuntasan minimum (KKM) sedangkanpadakelaskontrolbelumseluruhnyamampumemenuhikriteriaketuntasan minimum yang ditentukanolehsekolahmakapenelitimenyimpulkanbahwaterdapatperbedaanprestasisiswa yang menggunakan media Audiovisual (Animasi) dengansiswa yang tidakmenggunakan media Audiovisual (Animasi).