Skripsi
Analisis kekerasan dan fasa difraksi baja ST 70 dengan variasi suhu stress relief annealing pada proses post weld heat treatment / Whina Septi Berlianzana Prastya
Abstrak
RINGKASAN Prastya Whina S. B. 2017. Analisis Kekerasan dan Fasa Difraksi Baja ST 70 Dengan Variasi Suhu Stress Relief Annealing Pada Proses Post Weld Heat Treatment. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Rr. Poppy Puspitasari M.T. Ph. D (II) Wahono Drs. S.ST. M.Pd. Kata kunci Baja ST 70 X-Ray Diffraction Stress Relief Annealing Post Weld Heat Treatment. Baja karbon sedang mempunyai kekuatan diatas baja karbon rendah dan mempunyai kualitas perlakuan panas yang baik. Baja ini dapat dilas dengan las busur listrik elektroda terlindungi dan untuk memperoleh hasil yang baik maka dapat dilakukan proses post weld heat treatment (PWHT). Salah satu perlakuan panas yang dapat diterapkan pada post weld heat treatment adalah stress relief annealing yaitu merupakan jenis perlakuan panas untuk membebaskan tegangan yang ada di dalam material untuk menghindari pembentukan retakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kekerasan dan fasa baja ST 70 hasil pengelasan dengan variasi suhu stress relief annealing pada suhu 600 C 650 C dan 700 C pada daerah weld metal dan heat affected zone maka pengujian yang digunakan adalah micro vickers hardness dan X-Ray Diffraction. Penelitian ini merupakan penelitian jenis eksperimental laboratorium dalam bentuk deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Adapun rancangan penelitian yang dipakai adalah The One-Shot Case Study. Agar mendapat hasil penelitian yang tepat dan akurat maka mekanisme yang digunakan harus disusun secara baik dan berurutan. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa tanpa proses post weld heat treatment kekerasan pada daerah heat affected zone sebesar 311 8 HV dan pada daerah weld metal sebesar 329 HV. Kekerasan menurun secara drastis setelah proses stress relief annealing pada suhu 700 C yaitu menjadi sebesar 138 6 HV pada daerah heat affected zone dan sebesar 187 7 HV pada daerah weld metal. Sedangkan dari hasil analisis fasa difraksi pada daerah heat affected zone perkembangan ukuran butir naik secara teratur seiring dengan pertambahan suhu pada proses stress relief annealing. Ukuran butir terkecil adalah pada daerah heat affected zone tanpa proses post weld heat treatment yaitu 24 27 nm sedangkan ukuran butir terbesar adalah pada daerah heat affected zone setelah proses stress relief annealing pada suhu 700 C yaitu 36 37 nm.