Skripsi
Budaya sekolah berbasis ketarunaan dalam pembentukan karakter peserta didik (studi kaxsus di SMK Negeri 13 Malang) / Widyaning Rachmawati
Abstrak
BUDAYA SEKOLAH BERBASIS KETARUNAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK (STUDI KASUS DI SMK NEGERI 13 MALANG) RINGKASAN Rachmawati W. 2018. Budaya Sekolah Berbasis Ketarunaan dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik (Studi Kasus di SMK Negeri 13 Malang). Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Djum Djum Noor Benty M.Pd. dan (2) Dr. R. Bambang Sumarsono M.Pd. Kata Kunci budaya sekolah ketarunaan karakter peserta didik Sekolah merupakan suatu bentuk organisasi yang mempunyai budaya tersendiri dari sistem yang utuh dan khas. Kekhasan budaya sekolah tidak lepas dari visi dan proses pendidikan yang berlangsung. Suatu sekolah dapat membentuk dan mengatur budaya yang ada. Basis ketarunaan merupakan salah satu budaya yang diterapkan di sekolah. Ketarunaan merupakan sistem pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip militer dalam kesehariannya. Prinsip yang diterapkan bukanlah militer murni akan tetapi dasar taruna (kegiatan pelatihan-pelatihan) yang digunakan dalam militer. Dunia pendidikan diharapkan dapat menanamkan karakter bahkan menginternalisasikannya pada peserta didik melalui pendidikan karakter. Melalui budaya ketarunaan sekolah dapat melakukan pembentukan karakter pada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) bentuk budaya sekolah berbasis ketarunaan (2) keunggulan budaya sekolah berbasis ketarunaan (3) proses pembentukan karakter peserta didik melalui pelaksanaan budaya berbasis ketarunaan (4) faktor pendukung pelaksanaan budaya sekolah berbasis ketarunaan dalam pembentukan karakter peserta didik (5) faktor penghambat pelaksanaan budaya sekolah berbasis ketarunaan dalam pembentukan karakter peserta didik dan (6) solusi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan budaya sekolah berbasis ketarunaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui secara mendalam mengenai budaya sekolah berbasis ketarunaan dalam membentuk karakter peserta didik. Lokasi penelitian berada di SMK Negeri 13 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan keabsahan temuan informasi menggunakan triangulasi pengecekan anggota perpanjangan waktu pengamatan meningkatkan ketekunan dan kecukupan bahan referensi. Pengecekan keabsahan data dengan mengecek empat kriteria yaitu (1) keterpercayaan (2) keteralihan (3) ketergantungan dan (4) kepastian. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan enam temuan penelitian yaitu (1) bentuk budaya sekolah berbasis ketarunaan di SMK Negeri 13 Malang meliputi (a) budaya akademik (b) budaya demokratis dan (c) budaya sosial (2) keunggulan budaya sekolah berbasis ketarunaan di SMK Negeri 13 Malang meliputi (a) keuntungan yang diperoleh pihak internal (peserta didik guru dan tenaga kependidikan) dan (b) keuntungan yang diperoleh pihak eksternal (orang tua masyarakat serta Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI)) (3) proses pembentukan karakter peserta didik melalui pelaksanaan budaya sekolah di SMK Negeri 13 Malang meliputi (a) penyiapan peserta didik (b) pelaksanaan budaya sekolah dan penginternalisasian nilai karakter dan (c) terbentuknya nilai karakter pada peserta didik dalam proses yang kedua yaitu pelaksanaan budaya sekolah dan penginternalisasian nilai karakter terdapat elemen penunjang pelaksanaan budaya meliputi (a) pembentukan karakter sesuai visi misi sekolah (b) pedoman karakter taruna (c) strategi dalam pembentukan karakter peserta didik (d) program afirmasi dan inklusi (e) fasilitias sekolah dalam pembentukan karakter (f) keterlibatan orang tua menunjang keberhasilan budaya sekolah dan (g) seluruh elemen bertanggungjawab dalam pelaksanaan budaya sekolah (4) faktor pendukung pelaksanaan budaya sekolah berbasis ketarunaan dalam pembentukan karakter peserta didik meliputi (a) faktor pendukung dari pihak internal dan (b) faktor pendukung dari pihak eksternal (5) faktor penghambat pelaksanaan budaya sekolah berbasis ketarunaan dalam pembentukan karakter peserta didik meliputi (a) faktor penghambat dari pihak internal dan (b) faktor penghambat dari pihak eksternal (6) solusi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan budaya sekolah berbasis ketarunaan meliputi (a) solusi untuk mengatasi hambatan dari pihak internal dan (b) solusi untuk mengatasi hambatan dari pihak eksternal. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada (1) Kepala SMK Negeri 13 Malang penambahan sarana dan prasarana penunjang pembentukan karakter pada peserta didik sangat diperlukan dan diharapkan kepala sekolah secara terus-menerus memantapkan komitmen bersama untuk mewujudkan visi misi dan tujuan sekolah (2) Guru SMK Negeri 13 Malang disarankan agar guru senantiasa membangun komunikasi dengan orang tua/wali murid lebih aktif kegiatan tersebut agar dapat meningkatkan tingkat keikutsertaan orang tua/wali murid dalam beberapa kegiatan. Guru diharapkan selalu melihat buku saku taruna guna memotivasi peserta didik yang memiliki masalah dengan pelanggaran dan meningkatkan prestasi peserta didik (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan disarankan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi tema penelitian mahasiswa yang berkaitan dengan budaya sekolah serta dapat mengembangkan topik budaya sekolah ke dalam Progam Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM P) seperti budaya hormat senior yang peneliti temui di lapangan penelitian dan (4) Peneliti Lain peneliti menyarankan untuk mengembangkan penelitian budaya sekolah melalui sudut pandang yang berbeda seperti sudut pandang kurikulum yaitu melihat pembentukan karakter peserta didik melalui integrasinya dalam kurikulum pembelajaran. Sudut pandang lain yang dapat diambil yaitu melihat pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan ektrakurikuler.