Skripsi
Hubungan keaktifan mahasiswa di organisasi kemahasiswaan dengan kemandirian belajar pada PTN N0n Politeknik di Kota Malang / Muhammad Khoirul Fatihin
Abstrak
i RINGKASAN Fatihin Muhammad Khoirul. 2018. Hubungan Keaktifan Mahasiswa di Organisasi Kemahasiswaan dengan Kemandirian Belajar Pada PTN Non Politeknik di Kota Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. M. Ishom M.Pd. (II) Sopingi S.Sos M.Pd. Kata Kunci Organisasi Keaktifan Mahasiswa Kemandirian Belajar Perguruan tinggi sebagai salah satu institusi pendidikan menjadi salah satu sarana pendidikan yang penting dalam proses transfer nilai dan pengetahuan yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik dengan harapan akan mampu mencetak pribadi-pribadi yang unggul dan mampu memberikan kontribusi yang nyata demi kemajuan bangsa dan negara. Mahasiswa yang bisa membagi waktunya dengan baik antara organisasi dengan kuliah kemungkinan besar prestasi belajarnya lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak bisa membagi waktunya dengan baik. Organisasi merupakan sarana dan wahana untuk mengembangkan bakat minat ke arah perluasan wawasan peningkatan ilmu dan pengetahuan integritas kepribadian mahasiswa serta potensi diri bagi para aktivis yang ada dalam organisasi. Organisasi kemahasiswaan merupakan bentuk kegiatan di perguruan tinggi yang diselenggarakan dengan prinsip dari oleh dan untuk mahasiswa. Mahasiswa pada saat ini merupakan harapan terbesar bagi masyarakat sebagai penyambung lidah rakyat terutama bagi perubahan di masyarakat (Agent social of change). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara keaktifan mahasiswa di organisasi kemahasiswaan dengan kemandirian belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional. Tujuan metode korelasional pada penelitian penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keaktifan mahasiswa di organisasi kemahasiswaan dengan kemandirian belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuisioner yang diisi oleh para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Malang Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim dan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara keaktifan mahasiswa di organisasi kemahasiswaan dengan kemandirian belajar dengan taraf sedang dan kedua hal tersebut berbanding lurus. Hal ini dapat dilihat dari koefien korelasi 0 534 dengan taraf signifikansi 0 00 dan nilai koefisien korelasi yang bernilai positif. Kesimpulan dari hasil analisis menunjukkan bahwa keaktifan mahasiswa di organisasi kemahasiswaan memiliki hubungan positif dengan kemandirian belajar. Ketika semakin aktif mahasiswa di organisasi kemahasiswaan maka akan semakin tinggi pula tingkat kemandirian belajar.