Skripsi
Problematika dalam pembelajaran menulis puisi kelas X SMK Negeri 3 Malang / Anisa Dinar Kartika Candra
Abstrak
vi RINGKASAN Candra Anisa Dinar. 2018. Problematika dalam Pembelajaran Menulis Puisi Kelas X SMK Negeri 3 Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Wahyudi Siswanto M.Pd. Kata Kunci pembelajaran menulis puisi problematika. Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar serta melibatkan komponen-komponen belajar agar tercapai kompetensi yang diinginkan. Ketika mempelajari bahasa siswa akan mempelajari sastra di dalamnya. Salah satu bentuk pembelajaran sastra adalah menulis puisi. Sayangnya pembelajaran sastra di sekolah hingga saat ini masih belum dilaksanakan dengan optimal. Hal tersebut menyebabkan apresiasi siswa khususnya pada kegiatan menulis puisi semakin rendah. Rendahnya kesadaran akan pentingnya pengajaran sastra di sekolah menyebabkan kejenuhan dalam proses pembelajarannya sehingga tidak aneh jika siswa kesulitan ketika melakukan proses kreatif dalam menulis puisi. Oleh karena itu penelitian ini mengangkat masalah yang terjadi dalam pembelajaran menulis puisi khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Rancangan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan realitas yang kompleks dan memperoleh pemahaman makna secara mendalam mengenai problematika dalam pembelajaran menulis puisi di kelas X SMK Negeri 3 Malang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Peneliti dibantu dengan instrumen-instrumen pendukung seperti pedoman observasi kegiatan pembelajaran pedoman telaah dokumen RPP dan pedoman wawancara. Berdasarkan penelitian diperoleh data berupa data deskripsi dari hasil observasi telaah dokumen dan wawancara. Data perencanaan berupa informasi yang ada di dalam RPP meliputi kesesuaian komponen-komponen RPP dengan muatan kurikulum 2013 revisi serta kendala yang dialami guru pada proses pembuatan RPP. Data pelaksanaan berupa informasi dan tuturan tentang kegiatan interkasi antara guru dengan siswa yang terjadi selama proses pembelajaran menulis puisi berlangsung serta kendala yang terjadi pada proses pelaksanaan pembelajaran. Data penilaian berupa informasi dan tuturan tentang kendala yang dialami oleh guru ketika melakukan penilaian. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Data-data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu mereduksi data menyajikan data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat problematika dalam pembelajaran menulis puisi di kelas X SMK Negeri 3 Malang. Pertama problematika dalam kegiatan perencanaan. Perencanaan belum mengintegrasikan kecakapan pada pembelajaran abad 21 atau sering dikenal dengan istilah 4C/4K terutama kemampuan untuk berkolaborasi dan kreativitas siswa. Peningkatan pendidikan karakter dan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi vii (HOTS) juga kurang terintegrasi pada setiap kegiatan pembelajaran yang direncanakan. Kedua problematika yang ditemukan pada pelaksanaan pembelajaran menulis puisi yaitu kurangnya pemberian motivasi dan apersepsi mengenai kegiatan menulis puisi penerapan model pembelajaran kontekstual yang kurang sesuai sehingga pemaknaan siswa terhadap pembelajaran menulis puisi yang telah dilaksanaan kurang maksimal. Siswa masih kesulitan dalam proses kreatif menulis puisi seperti mengembangkan ide/tema pemilihan kata merangkai kata dan menyelesaikan puisi dalam bentuk utuh. Ketiga problematika dalam penilaian yang terjadi pada pembelajaran menulis puisi. Penilaian tidak dilakukan secara rutin oleh guru sehingga kemajuan belajar siswa dalam menulis puisi tidak terpantau denga baik. Bentuk evaluasi yang digunakan berupa rubrik penilaian sikap dan rubrik penilaian tes kinerja. Pada rubrik penilaian sikap kurang mengintegrasikan aspek keterampilan abad 21 (4C) dan muatan sikap nasionails mandiri gotong royong dan integritas masih belum tercantum. Sementara pada rubrik penilaian tes kinerja masih belum mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Keempat faktor penyebab yang berasal dari guru antara lain pada proses perencanaan yang kurang matang dan belum mengintegrasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan keterampilan yang harus dimiliki pada abad 21 yang meliputi keterampilan kemampuan berpikir kritis kemampuan komunikasi dan kemampuan berkolaborasi (4C). Selain itu pelaksanaan pembelajaran belum menggambarkan model pembelajaran kontekstual secara utuh. Kelima faktor penyebab problematika dalam pembelajaran menulis puisi yang berasal dari siswa antara lain terlihat dari persepsi siswa mengenai proses pembelajaran menulis puisi dan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa selama proses kreatif menulis puisi seperti kegiatan menemukan ide/tema mengembangkan tema menentukan kata-kata yang sesuai dengan apa yang ingin mereka ungkapkan dan merangkainya menjadi sebuah bentuk puisi utuh. Berdasarkan beberapa problematika yang ditemukan pada pembelajaran menulis puisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi di kelas X SMK Negeri 3 Malang masih belum optimal dan terdapat kekurangan pada proses perencanaan pelaksanaan dan penilaian yang belum sesuai dengan kurikulum yang digunakan di sekolah yaitu Kurikulum 2013 revisi. Perlu adanya perbaikan dan proses perencanaan yang matang oleh guru sehingga implementasi pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan baik dan siswa juga diharapkan mampu lebih bersemangat aktif dan bekerjasama dengan baik dalam proses pembelajaran menulis puisi.