Skripsi
Batik organik Buring sebagai manifestasi ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya di Kota Malang / Ahmad Ali Munawar
Abstrak
i ABSTRAK Cipta Ahmad Ali Munawar. 2018. Batik Organik Buring Sebagai Manifestasi Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya di Kota Malang. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Nasikh S.E. M.P. M.Pd. Kata Kunci Ekonomi Kreatif Industri Kreatif Batik. Ekonomi Kreatif yang didalamnya termasuk industri kreatif diyakini dapat memberikan kontribusi sekaligus menjawab permasalahan ekonomi di berbagai negara. Munculnya istilah ekonomi kreatif ini membuat negara-negara diseluruh dunia berupaya untuk menggali serta mengembangkan potensi kreatifitas yang dimiliki. Indonesia pun demikian juga melihat berbagai subsektor dalam industri kreatif memiliki potensi untuk dikembangkan hal ini karena Indonesia memiliki keragaman sosio-budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber kreatifitas. Penelitian ini bertujuan ingin mengkaji lebih mendalam mengenai Batik Organik Buring dalam ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya di Kota Malang. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan teknik wawancara dan observasi. Kegiatan analisis data dilakukan dengan 4 tahap yaitu tahap pertama pengumpulan data tahap kedua reduksi data tahap ketiga penyajian data dan tahap keempat penarikan kesimpulan serta verivikasi data. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Batik Organik Buring sebagai ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya adalah memanfaatkan warisan budaya Indonesia batik sebagai bentuk peran serta dalam melestarikan warisan budaya yang telah turun-temurun dari leluhur bangsa Indonesia. Selain itu penggunaan pewarna alami yang telah banyak ditinggalkan adalah salah satu bentuk ide kreatif dalam menyikapi maraknya isu kerusakan lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini. (2) Pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi usaha yang dilakukan oleh Batik Organik Buring berdampak terhadap ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Pemberdayaan telah memberikan kesempatan bagi warga sekitar untuk terlibat dan memperoleh pekerjaan. Sedangkan penggunaan pewarna alami pada usaha batik memilik dampak positif terhadap kelestarian lingkungan dan budaya batik itu sendiri. (3) Pengembangan Batik Organik Buring ditinjau dari aspek pengembangan ekonomi kreatif memerlukan upaya pengembangan lebih lanjut khususnya dalam mengatasi permasalahan penyediaan bahan baku pewarna dan pemasaran produk Batik Organik Buring. Pengembangan ekonomi kreatif pada Batik Organik Buring yang berkesinambungan dan berkelanjutan memerlukan sinergi antara tiga aktor penggerak dalam ekonomi kreatif yaitu cendekiawan pemerintah dan pebisnis.