Skripsi
Representasi Gender dalam Buku Ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat Mahir / Rachma Meidinar Latupono
Abstrak
RINGKASAN Latupono Rachma M. 2018. Representasi Gender dalam Buku Ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat Mahir. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Gatut Susanto M.Pd. Kata Kunci representasi gender buku ajar BIPA Bahasa Indonesia melalui pembelajaran BIPAsaat ini mulai banyak diminati oleh orang asing dari berbagai latar belakang sosial budaya dan usia. Dalam pembelajaran BIPA buku ajar yang mengangkat topik-topik aktual diperlukan. Topik-topik dalam buku ajar ini secara tidak langsung membawa isu-isu sosial yang ada di masyarakat sehari-hari salah satunya adalah isu gender. Isu gender dalam bidang pendidikan dapat dilihat dari isi buku-buku ajar. Buku-buku ajar memberi gambaran tentang fenomena gender yang terjadi dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan representasi gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat mahir (C1 dan C2) berdasarkan aspek (1) visibilitas gender dan (2) peran gender. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian bersifat analitis-deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa nama orang identitas khas gender dan kalimat yang mengandung unsur peran gender dalam dua buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat mahir (C1 dan C2). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tabel analisis data. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini adalah prosedur pengumpulan data teknik dokumentasi atau telaah dokumen. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mereduksi data menyajikan data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Selanjutnya peneliti akan melakukan peningkatan validitas data dengan melakukan ketekunan pembacaan dan triangulasi. Berdasarkan hasil paparan data dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat C1 dan C2 ditemukan hasil sebagai berikut. Visibilitas gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat C1 ditemukan sebanyak 58 7% nama laki-laki dan 41 3% nama perempuan 41% identitas khas gender laki-laki dan 59% identitas khas gender perempuan. Visibilitas gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat C2 ditemukan sebanyak 63% nama laki-laki 31 5% nama perempuan dan 5 5% nama yang tidak bisa diidentifikasi gendernya. Berdasarkan identitas khas gender ditemukan 51 5% identitas khas gender laki-laki dan 48 5% identitas khas gender perempuan. Berdasarkan peran gender alam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat C1 ditemukan bahwa peran domestik dilakukan oleh 20% laki-laki dan 80% perempuan sedangkan peran publik dilakukan 69 7% lakilaki dan 30 2% perempuan. Peran gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat C2 ditemukan sebanyak 25% laki-laki dan 75% perempuan sebagai pelaku peran domestik sedangkan 62 5% laki-laki dan 37 5% perempuan sebagai pelaku peran publik. ii Hasil dan temuan penelitian dibahas berdasarkan landasan teori yang sesuai untuk mendeskripsikan fokus penelitian. Dalam menentukan visibilitas gender nama orang dijadikan salah satu penanda jenis gender. Selain itu identitas khas gender lain juga menjadi penanda jenis gender. Identitas khas gender ini muncul dalam bentuk nomina yang menunjukkan jenis kelamin kata sapaan pronomina yang hadir dalam bentuk kata sapaan atau nomina yang muncul bersamaan dengan atribut gender tertentu. Selain visibilitas aspek peran gender juga menjadi fokus penelitian ini. Peran gender diperoleh dari kalimat yang menunjukkan aktivitas yang dilakukan gender tertentu dan kemudian dikategorikan sebagai aktivitas peran domestik atau publik Berdasarkan paparan hasil analisis data tersebut diperoleh simpulan bahwa representasi gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat mahir berdasarkan aspek visibilitas dan peran gender tidak seimbang.Terdapat tiga saran berdasarkan hasil penelitian ini. Pertama berdasarkan hasil penelitian representasi gender dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat mahir ini pengembang buku ajar BIPA dapat menyusun buku ajar dengan mempertimbangkan proporsi kehadiran kedua gender. Kedua bagi pengguna buku ajar BIPA diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran gender ketika menggunakan buku ajar baik dalam proses belajar mengajar BIPA maupun praktik belajar BIPA sehingga muncul kesetaraan gender dalam proses pembelajaran BIPA. Ketiga penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan dan referensi bacaan sebagai bahan penelitian tentang gender dalam buku ajar. Prosedur penelitian dan deskripsi visibilitas gender serta peran gender pada penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan dengan penelitian serupa.