Tesis
Proyeksi angkatan kerja dalam dua dekade (1980-2000) / oleh Hedi Sutomo
Abstrak
ABSTRAK REFERENCE Pokok masalah ketenagakerjaan dewasa ini masih akan terus berlanjut pada tahun 2000 nanti. Naslah tersebut terdiri dari dua dimensi perkembangan angkatan kerja perta-ma angkatan kerja tumbuh lebih cepat dari tingkat pertum-buhan penduduk dan kedua TPAK secara keseluruhan tidak me-ngalami pertumbuhan yang berarti. Atas dasar proyeksi penduduk varian rendah dalam pe-riode 1980 - 2000 angkatan kerja tumbuh 2 2 persen per ta-hun sedangkan penduduk hanya tumbuh 1 5 persen per tahun. Dalam pada itu angkatan kerja akan berkernbang dari 56 9 ju-ta pada tahun 1980 menjadi 89 2 juta pada tahun 2000 nanti. Pada periode tersebut penduduk usia kerja mengalarni pertum-buhan dari 104 6 juta menjadi 161 2 juta yakni tumbuh 2 2 persen per tahun. Apabila didasarkan proyeksi penduduk vari-an tinggi angkatan kerja tumbuh 2 3 persen per tahun sedang-kan peliciuduk tumbuh 2 0 persen per tahun. Angkatan kerja a-kan berkembang menjadi 90 0 juta pada tahun 2000 dan pendu-duk usia kerja tumbuh lebih cepat yakni 2 3 persen per ta-hun sehingga menjadi 166 2 juta pada tahun 2000. Basil proyeksi TPAK secara keseluruhan sampai tahun 2000 menunjukkan penurunan sebesar 0 3 persen yakni untuk laki-laki mengalarni penurunan sebesar 1 6 persen tetapi un-tuk perempuan mengalami peningkatan 0 7 persen. Peningkatan TPAK perempuan ini telah dapat dilacak sejak periode 1971 - 1980 walaupun pada periode tersebut TPAK perempuan menun-jukkan penurunan sebesar 1 2 persen. Penurunan ini lebih ba-nyak dipengaruhi oleh struktur umur dari pada perubahan TPAK itu sendiri. Pola TPAK di Indonesia sampai tahun 2000 terletak di antara pola TPAK negara maju dan negara sedang berkembang yakni pada kelompok umur menengah (20-55 tahun) mengalami peningkatan baik untuk maupun perempuan. TPAK di negara maju kelompok umur menengah tersebut mengalami pe-nurunan untuk laki-laki dan peningkatan untuk perempuan. Sedangkan di negara sedang berkembang mengalami penurunan balk untuk maupun perempuan. Gambaran prospek kesempatan kerja sampai tahun 2000 tidak menunjukkan perkembangan yang memuaskan sebagai aki-bat dari pesatnya pertumbuhan angkatan kerja. Oleh karena itu langkah-langkah kebijaksanaan yang dipandang mendesak perlu digariskan. Langkah tersebut meliputi dua aspek per-tama yang berkaitan dengan persediaan tenaga kerja yakni program Keluarga Berencana program Transmigrasi dan pendi-dikan. Kedua yang berkaitan dengan permintaan tenaga kerja yakni pola investasi yang padat karya sistem penerimaan tenaga kerja bare pengernbangan sektor pertanian dan pengem-bangan daerah pedesaan. Khusus untuk wanita karena dalam proyeksi dihasilkan TPAK yang terns meningkat rnaka perlu diperluas kesernpatan kerja wanita.