Skripsi
Studi sifat mekanik paving block dengan subtitusi batu karang / Didit Aprian Prasetyo
Abstrak
v RINGKASAN Prasetyo Didit Aprian. 2018. Studi Sifat Mekanik Paving Block Dengan Substitusi Batu Karang. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ir. H. Sudomo M.MT (II) Drs. Adjib Karjanto S.T. M.T. Kata Kunci Sifat Mekanik Paving Block Batu Karang Paving block (bata beton) sangat banyak digunakan dalam bidang konstruksi. Umumnya paving block lebih banyak digunakan untuk perkerasan jalan pendestrian dan trotoar. Untuk meningkatkan sifat mekanik paving block salah satunya yakni dengan menambah agregat kasar pada paving block. Alternatif material agregat kasar yang melimpah di malang selatan yaitu berupa batu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan sifat mekanik paving block serta mengetahui kadar optimum substitusi batu karang terhadap batu pecah untuk mendapatkan sifat mekanik paving block yang maksimum. Sifat mekanik ditinjau dari kuat tekan ketahanan aus kuat lentur dan penyerapan air maksimal paving. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental di laboratorium. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan pengujian material penyusun paving pembuatan paving block menggunakan mesin press paving dengan perbandingan semen agregat halus agregat kasar yakni 1 6 4 dan fas 0 3. Kadar batu karang yang digunakan yakni 0% 25% 50% 75% dan 100%. Setelah pembuatan dilakukan uji terhadap paving dengan jumlah sempel kuat tekan 60 benda uji kuat lentur 15 benda uji ketahanan aus 15 benda uji dan penyerapan air 15 benda uji untuk mengetahui sifat mekanik paving block. Hasil dari penelitian substitusi batu pecah dengan batu karang adalah (1) kuat tekan terbesar pada varian 50% dengan nilai kuat tekan 8 52 MPa (2) kuat lentur terbesar pada varian 100% dengan nilai kuat lentur 2772 32 kPa (3) penyerapan air maksimal terkecil pada varian 50% dengan nilai penyerapan air maksimal 8 56% (4) kadar optimum substitusi batu karang terhadap batu pecah pada varian penambahan 50% batu karang terhadap batu pecah dan (5) tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kuat tekan dan kuat kentur dengan substitusi batu karang terhadap batu pecah.