Disertasi
Pengembangan model pembelajaran modified guided discovery learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir analisis matematika siswa / I Gusti Ayu Putu Arya Wulandari
Abstrak
RINGKASAN Wulandari I G A P A. 2018. Pengembangan Model Pembelajaran Modified Guided Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Matematika Siswa. Disertasi Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Cholis Sa dijah M.Pd. M.A. (II) Dr. Abdur Rahman As ari M.Si. M.A. (III) Dr. Swasono Rahardjo S.Pd M.Si. Kata Kunci pengembangan model pembelajaran kemampuan berpikir analisis new taxonomy marzano penemuan terbimbing sistem kognitif Penelitian ini didasarkan pada pentingnya kemampuan berpikir analisis dalam pembelajaran matematika. Kemampuan ini merupakan dasar bagi siswa dalam pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir analitis merupakan salah satu konsep yang sulit untuk diajarkan di kelas. padahal untuk membentuk siswa yang kompeten pengembangan kemampuan berpikir analisis harus menjadi prioritas utama dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran modified guided discovery learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir analisis yang valid praktis dan efektif. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 sebanyak tiga kali implementasi menggunakan tiga kelas dengan masing masing terdiri dari 35 siswa di SMKN 1 Denpasar. Penelitian ini menghasilkan buku model dan perangkat pendukungnya. Adapun model pembelajaran yang dikembangkan dideskripsikan pada buku model sedangkan perangkat pendukung (1) buku siswa (2) buku guru dan (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Prosedur pengem-bangan yang dilakukan pada penelitian ini merujuk pada prosedur pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap penelitian awal tahap perancangan dan tahap evaluasi. Aspek kualitas produk pengembangan berdasarkan kualitas produk dari Nieveen terdiri dari tiga aspek yaitu aspek valid praktis dan efektif. instrumen pada penelitian ini terdiri atas (1) kevalidan penilaian validator terhadap model pembelajaran buku siswa buku guru dan RPP (2) kepraktisan lembar pengamatan keterlaksanaan model (3) keefektifan tes penguasaan bahan ajar dan kemampuan analisis siswa lembar pengamatan aktivitas siswa dan angket respon siswa. Hasil validasi terhadap model pembelajaran dan perangkat pendukungnya dinilai oleh tiga orang validator telah memenuhi kriteria valid. Setelah memenuhi aspek validitas selanjutnya diimplementasikan di lapangan untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan dari model yang dikembangkan. Implementasi lapangan dilakukan sebanyak tiga kali. Pada implementasi 1 skor rata-rata tingkat kemampuan analisis siswa seluruh kelas adalah 1 97 yang berarti masih berada pada kriteria rendah. Namun pada implementasi 2 dan 3 skor rata-rata siswa sudah berada pada kriteria baik. Begitu juga dengan tingkat rata-rata keaktifan seluruh siswa pada implementasi 1 adalah 2 38 termasuk dalam kriteria kurang aktif. Setelah dilakukan beberapa kali perbaikan akhirnya pada implementasi 2 dan 3 aktivitas siswa sudah berada pada kriteria aktif. Dengan kata lain pada implementasi 3 model dan perangkat yang dikembangkan telah memenuhi aspek valid praktis dan efektif. Hal ini berarti bahwa penelitian pengembangan yang dilakukan telah berhasil sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.