Skripsi
Perbedaan kebugaran jasmani dan motor ability siswi putri berdasarkan modifikasi waktu belajar langsung dan tidak langsung SMP Negeri di Kota Malang / Vinca Amanda Priutami
Abstrak
iii RINGKASAN Priutami Vinca A. 2018. Perbedaan Kebugaran Jasmani dan Motor Ability Siswi Putri Berdasarkan Modifikasi Waktu Belajar Langsung dan Tidak Langsung SMP Negeri di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Febrita Paulina Heynoek S.Pd M.Pd. (II) Usman Wahyudi S.Pd M.Pd. Kata kunci Kebugaran Jasmani Motor Ability Modifikasi Waktu. Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi yang dilakukan pada kegiatan MGMP PJOK Malang. Data yang diperoleh terdapat 27 SMP Negeri dan 98 SMP Swasta di Kota Malang. Berdasarkan data tersebut terdapat 24 Negeri di Kota Malang telah melakukan modifikasi waktu belajar pendidikan jasmani secara langsung atau 3 jam aktivitas fisik berturut-turu dan tidak langsung atau 2 jam aktivitas fisik dan 1 jam teori yang dilakukan dalam satu hari maupun di hari yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani dan motor ability siswi putri SMP berdasarkanmodifikasi waktu belajar langsung dan tidak langsung. Tes perbedaan kebugaran jasmani dan motor ability menggunakan tes TKJI versi 2010 dan Barrow Motor Ability Test. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik kausal komparatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel empat sekolah terdiri dari SMP Negeri 8 10 22 dan 24 Malang. Jumlah siswi dari seluruh SMP Negeri sebanyak 132 siswi dimana pada SMP Negeri 8 dan 10 Malang dengan modifikasi waktu belajar langsung berjumlah 72 siswi. Pada SMP Negeri 22 dan 24 Malang dengan modifikasi waktu belajar tidak langsung berjumlah 60 siswi. Instrumen yang digunakan adalah TKJI versi 2010 dan Barrow Motor Ability Test. Teknik analisis data yang digunakan adalah One-Way Anova dan One-Way Manova dengan uji hipotesis 945 0 05. Hasil uji anova untuk hipotesis pertama pada tingkat kebugaran siswi putri berdasarkan modifikasi waktu belajar langsung dan tidak langsung menghasilkan nilai signifikansi 0 315. Nilai itu lebih besar ( ) dari taraf signifikansi 0 05 artinya tidak ada perbedaan yang signifikan. Kemudian pada Hasil uji anova untuk hipotesis kedua pada motor ability siswi putri berdasarkan modifikasi waktu belajar langsung dan tidak langsung menghasilkan bahwa motor ability menunjukkan nilai signifikansi 0 000. Nilai itu lebih kecil (