Skripsi
Analisis arus kas dan profitabilitas perusahaan sebelum dan sesudah melakukan e-commerce pada perusahaan perdagangan, jasa, dan investasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia / Ave Herandri Febrian Safitri
Abstrak
v ABSTRAK Safitri Ave Herandri Febrian. 2018. Analisis Arus Kas dan Profitabilitas Perusahaan Sebelum dan Sesudah Melakukan E-Commerce Pada Perusahaan Perdagangan Jasa dan Investasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Trisetia Wijijayanti S.E. M.BA Kata Kunci e-commerce rasio arus kas operasi profit margin ratio on asset (ROA) ratio on equity (ROE) E-Commerce merupakan proses transaksi membeli dan menjual memasarkan dan pelayanan suatu barang jasa dan informasi yang dilakukan melalui jaringan internet. E-Commerce memanfatkan teknologi informasi internet yang dapat menjangkau semua kalangan pengusaha baik usaha kecil menengah maupun besar. Perkembangan internet di Indonesia yang semakin meningkat membuat para pengusaha untuk melebarkan bisnisnya melalui E-Commerce karena dianggap mendatangkan peluang yang besar bagi bisnis yang baru dan pasar baru untuk perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi arus kas dan profitabilitas perusahaan serta untuk mengetahui adakah perbedaan sebelum dan sesudah melakukan e-commerce. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan yang diterbitkan setiap tahunnya dan populasi penelitian adalah 129 perusahaan dengan jumlah akhir sampel sebanyak 16 perusahaan. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada arus kas operasi dan profitabilitas sebelum dan sesudah melakukan e-commerce. Terdapat beberapa hal yang menghambat jalannya bisnis e-commerce di Indonesia yaitu yang pertama para pengguna internet. Di Indonesia pengguna internet setiap tahunnya mengalami peningkatan namun meskipun demikian tidak semua pengguna melakukan belanja online ada yang hanya sekedar bermain game atau social media. Hambatan yang kedua adalah lamanya pengiriman barang. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia yang letaknya banyak pulau dan sangat luas menjadi kendala dalam mendistribusikan barang karena bisnis e-commerce masih terpusat di Jakarta padahal pengguna e-commerce bisa berasal dari mana saja. Hambatan yang terakhir adalah Peraturan Pemerintah tentang e-commerce. Hal tersebut sangat dinantikan oleh para pelaku e-commerce. Karena dengan disahkannya Peraturan Pemerintah tersebut maka dapat memberikan kebijakan-kebijakan yang berguna untuk menjamin kelangsungan perdangan online. Meskipun e-commerce mengalami hambatan-hambatan tersebut tetapi terdapat beberapa perusahaan yang mampu mendapatkan laba yang cukup tinggi sesudah melakukan e-commerce karena perusahaan tersebut memfokuskan bisnisnya pada e-commerce.