Skripsi
Survei tentang kemampuan motorik siswa-siswi sekolah menengah pertama fullday school dan reguler di Kota Malang / Ghulam Auliyaur Rahman
Abstrak
i RINGKASAN Rahman Ghulam Auliyaur. 2018. Survei Tentang Kemampuan Motorik Siswa-Siswi Sekolah Menengah Pertama Full Day School dan Reguler . Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Febrita Paulina Heynoek S.Pd. M.Pd (II) Fahrial Amiq S.Or M.Pd Kata Kunci Kemampuan motorik sekolah full day dan reguler Manusia dalam kehidupan sehari-hari melakukan gerak untuk meraih sesuatu atau melakukan pekerjaan. Manusia yang sering melakukan aktivitas olahraga yang rutin cenderung memiliki tingkah laku yang berbeda dari mereka yang tidak pernah melakukan aktivitas olahraga sama sekali. Perkembangan pendidikan di Indonesia saat ini telah memiliki kemajuan salah satunya dengan adanya program lima hari sekolah atau biasa disebut full day school. Program full day school merupakan model sekolah umum yang memadukan sistem pengajaran islam secara intensif yaitu dengan memberi tambahan waktu khusus untuk pendalaman keagamaan siswa. Model sekolah ini melaksanakan pembelajaran sehari penuh mulai pukul 07.00-15.15 WIB sedangkan sekolah reguler biasanya sekolah sampai pukul 13.00 WIB. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan motorik siswa-siswi SMP full day school dan reguler di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 4 sekolah diantaranya 3 sekolah full day dan 1 reguler. instrumen yang digunakan adalah tes barrow motor ability. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian kemampuan motorik siswa SMP full day school di Kota Malang diketahui bahwa 17 siswa (8 76%) berkategori baik sekali 43 siswa (22 16%) berkategori baik 59 siswa (30 41%) berkategori sedang 70 siswa (36 08%) berkategori kurang dan 5 siswa (2 58%) berkategori kurang sekali. Sedangkan kemampuan motorik siswa SMP Reguler di Kota Malang diketahui bahwa 1 siswa (1 89%) berkategori baik sekali 17 siswa (32 08%) berkategori baik 19 siswa (35 85%) berkategori sedang 9 siswa (16 98%) berkategori kurang dan 7 siswa (13 21%) berkategori kurang sekali. Berdasarkan hasil Barrow Motor Ability Test diketahui bahwa tes tersebut memiliki mean 445 sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik siswa SMP full day school tergolong dalam kategori kurang sedangkan kemampuan motorik SMP reguler di kota Malang tergolong dalam kategori sedang sehingga disarankan kepada guru penjas merancang program pembelajaran yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki siswa.