Skripsi
Analisis UKBM dalam pembelajaran mengembangkan teks hikayat menjadi bentuk cerpen kelas X SMA Negeri 3 Malang / Kartika Rahmi Wijayanti
Abstrak
vi RINGKASAN Wijayanti Kartika Rahmi. 2018. Analisis UKBM dalam Pembelajaran Mengembangkan Teks Hikayat Menjadi Bentuk Cerpen Kelas X SMA Negeri 3 Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Nita Widiati M.Pd. Kata Kunci UKBM pembelajaran mengembangkan teks teks hikayat teks cerpen Pada tahun 2017 pemerintah mengembangkan bentuk bahan ajar terbaru yaitu UKBM yang dirancang dengan Sistem Kredit Semester (SKS) guna membantu peserta didik mencapai penguasaan kompetensi salah satunya kompetensi keterampilan mengembangkan teks. Salah satu kompetensi tersebut terdapat di jenjang kelas X SMA KD 4.8 yaitu mengembangkan teks hikayat menjadi bentuk cerpen. Kegiatan mengembangkan teks hikayat menjadi bentuk cerpen merupakan keterampilan mengubah teks menjadi bentuk lain dengan memerhatikan cakupan isi dan nilai-nilai sehingga terdapat tiga kegiatan yang dilakukan dalam penguasaan kompetensi ini yaitu (1) analisis teks hikayat (2) proses pengubahan teks hikayat menjadi cerpen yang terdiri dari adaptasi bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia membuat daftar konflik antartokoh mengembangkan cerita dan (3) menulis cerpen hasil konversi hikayat dengan memasukkan nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat. Kompetensi ini dikategorikan sebagai kompetensi sulit karena dipengaruhi oleh latar belakang budaya yang berbeda-beda antar peserta didik dan terbatasnya buku memahami hikayat terutama dalam pemahaman Bahasa Arab Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelengkapan komponen UKBM dan kesesuaian UKBM dengan kriteria. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menganalisis bahan ajar yang digunakan oleh guru SMA 3 yaitu UKBM Kode BIN-3.8/4.8/1/. Hasil penelitian dilihat dari kelengkapan komponen UKBM ditemukan bahwa komponen yang lengkap hanya meliputi judul saja sedangkan komponen yang tidak lengkap meliputi (1) identitas UKBM (2) peta konsep dan (3) kegiatan pembelajaran. Selanjutnya dilihat dari kesesuaian UKBM dengan kriteria diketahui bahwa hanya komponen judul saja yang telah sesuai sedangkan komponen (a) identitas UKBM (b) peta konsep dan (c) kegiatan pembelajaran tidak sesuai dengan kriteria UKBM. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh tiga saran bagi pendidik bidang studi Bahasa Indonesia pengembang UKBM dan peneliti selanjutnya. Pertama kepada pendidik bidang studi Bahasa Indonesia diharapkan dapat menggunakan BSNP sebagai panduan dalam pengembangan bahan ajar sehingga pendidik dapat memberikan materi ajar sesuai dengan ketercapaian indikator baik dari segi isi maupun penyajian sebagai acuan pembelajaran dalam pengimplementasian Kurikulum 2013. Kedua kepada pengembang UKBM diharapkan dapat mengimplementasikan berpikir kritis dan inovatif dalam mengembangkan bahan ajar sebagai alat bantu pembelajaran dengan mengikuti uraian materi dan perlatihan secara taat asas sesuai dengan standar jenjang pendidikan yang ditempuh dan kebijakan kurikulum yang berlaku. Ketiga kepada peneliti lain diharapkan dapat dijadikan sebagai landasan untuk melakukan vii penelitian selanjutnya yang lebih luas cakupannya. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk melakukan penelitian pengembangan produk berupa bahan ajar dan penelitian kuantitatif berupa efektivitas bahan ajar.