Skripsi
Pengembangan sumber belajar berbasis multimedia flash pada materi pengoperasian alat ukur praktikum pengukuran di Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari / Muhammad Naufal Uliy Nuha
Abstrak
i ABSTRAK Nuha M.N.U. 2018. Pengembangan Sumber Belajar Berbasis Multimedia Flash pada Materi Pengoperasian Alat Ukur Praktikum Pengukuran di Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari. Skripsi Jurusan teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Widiyanti M.P.d. (II) Marsono S.Pd.T. M.Pd Ph.D Kata Kunci media pembelajaran multimedia flash pengukuran Permasalahan pada siswa SMK saat ini terkait media seperti nilai siswa dibawah KKM keterlambatan pengumpulan tugas kepasifan saat di kelas dan minimnya media pembelajaran inovatif yang digunakan. Penggunaan metode mengajar ceramah saja membuat materi yang diserap siswa menjadi kurang dengan adanya media multimedia flash berbasis software yang dapat dengan mudah di unduh oleh guru ataupun siswa agar lebih memahami pengukuran dan aplikasinya. Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran berbasis multimedia flash materi pengoperasian alat ukur dan mengetahui tingkat kelayakan media tersebut. Jenis penelitian ini merupakan pengembangan (research and development). Model pengembangan produk menggunakan lima tahap adalah analisis (analysis) perancangan (design) pengembangan (development) penerapan (implementation) dan evaluasi (evaluation). Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket proses yang dilakukan pertama adalah uji kelayakan yang melibatkan ahli materi dan media. Selanjutnya media pembelajaran yang sudah diuji kelayakan dan mendapat masukan dari ahli dilakukan proses revisi produk. Setelah media dinyatakan layak maka dilakukan uji coba pertama kepada guru untuk mengetahui kualitas media pembelajaran sebelum digunakan untuk proses pembelajaran. Setelah melakukan uji coba guru media diujicobakan kepada kelompok kecil yang berjumlah lima siswa dan kelompok besar yang melibatkan 30 siswa. Hasil penelitian diketahui bahwa kelayakan aplikasi media pembelajaran dari ahli materi memiliki kriteria cukup baik (57 8%) dari ahli media memiliki kriteria baik (73 8%) hasil uji coba aplikasi media pembelajaran dari uji coba guru memiliki kriteria sangat baik (94%) uji kelompok kecil memperoleh kriteria sangat baik (92 1%) dan hasil uji coba aplikasi media pembelajaran dari uji kelompok besar memperoleh kriteria sangat baik (87%). Dari hasil uji kelayakan dan uji coba media pembelajaran dinyatakan layak atau baik untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya untuk mengembangkan media pembelajaran yang berbasis mobile sehingga dapat diakses dimanapun berada.