Skripsi
Kosakata dalam karangan karya siswa kelas IX SMP Islam Assalam Jambewangi / Anita Desy Wulandari
Abstrak
i RINGKASAN Wulandari Anita Desy. 2018. Kosakata dalam Karangan Karya Siswa Kelas IX SMP Islam Assalam Jambewangi. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Imam Suyitno M.Pd. Kata Kunci kosakata karangan bebas pembelajaran menulis Kosakata adalah suatu perbendaharaan kata yang dimiliki oleh suatu kelompok atau masyarakat tertentu. Kosakata merupakan simbol bahasa suatu budaya tertentu yang dimiliki masyarakat. Untuk mengetahui penggunaan kosakata oleh siswa dapat dilihat melalui karya tulis yang dihasilkan. Salah satu hasil karya tulis tersebut dapat berupa karangan bebas. Karangan bebas tersebut bisa didapatkan dari kegiatan pembelajaran menulis siswa di dalam kelas. Melalui karangan siswa ditemukan beberapa jenis kosakata yang diklasifikasikan berdasarkan kelas kata dan muatan isi kosakata yang dihasilkan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis kosakata dan (2) muatan isi kosakata yang ada pada teks karangan siswa kelas IX SMP Islam Assalam Jambewangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis dokumen untuk menjabarkan fokus penelitian. Peneliti mengumpulkan hasil karangan dengan tema bebas untuk mengetahui kosakata yang digunakan oleh siswa yang berjumlah 12 orang. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya jenis kosakata berdasarkan kelas kata yaitu kelas kata nomina verba adjektiva adverbia pronomina numeralia konjungsi dan partikel. Kelas kata nomina terdiri atas nomina wujud yaitu abstrak dan konkret dan nomina bentuk yaitu bentuk dasar dan bentuk berimbuhan. Kelas kata verba terdiri atas verba tindakan kejadian dan keadaan. Kelas kata adjektiva terdiri atas sikap batin ukuran jarak tempuh kuasa tenaga dan kesan indra. Kelas kata adverbia terdiri atas negasi frekuensi derajat waktu dan keselesaian. Kelas kata pronomina terdiri atas kata ganti diri kata ganti penunjuk dan kata ganti tanya. Kelas kata numeralia terdiri atas kata bilangan yaitu bilangan ganjil genap himpunan urutan dan bertingkat. Kelas kata preposisi terdiri atas tempat berada arah asal dan arah tujuan. Kelas kata konjungsi terdiri atas koordinatif dan subordinatif. Kelas kata partikel terdiri atas partikel penegas. Dari segi muatan isi kosakata ditemukan muatan isi pada kosakata kategori human terdiri atas nama orang kata ganti orang dan mata pencaharian. Muatan isi pada kosakata kategori fauna terdiri atas hewan darat. Muatan isi pada kosakata kategori flora terdiri atas tanaman pangan. Muatan isi pada kosakata kategori objek terdiri atas sarana transportasi sarana berhias diri dan makanan. Muatan isi pada kosakata kategori teresterial terdiri atas hamparan daratan dan lautan. Muatan isi pada kosakata kategori keadaan terdiri atas etika budaya suasana perasaan dan kondisi kehidupan. ii Berdasarkan jenis kosakata dalam karangan siswa siswa lebih sering menggunakan kelas kata nomina dan kelas kata verba. Hal ini disebabkan siswa lebih banyak menguasai kosakata nomina dan verba. Berdasarkan muatan isi kosakata dalam karangan siswa siswa lebih sering menggunakan kosakata kategori human dan kategori keadaan. Hal ini disebabkan persepsi siswa terhadap kosakata dan penguasaannya cenderung lebih mengarah kepada hubungan dengan diri sendiri dan sosial serta hal-hal yang mengacu pada hal-hal yang ada namun bersifat abstrak. Saran bagi guru dan tenaga pendidik untuk memperkaya kosakata yang dimiliki oleh siswa hendaknya rutin memberikan latihan-latihan yang dapat memperkaya kosakata Bahasa Indonesia siswa. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan memberikan tugas membuat karangan kepada siswa mencatat kosakata-kosakata yang muncul pada program- program televisi yang ditonton oleh siswa dan menuliskan kegiatan sehari-harinya ke dalam buku diary.Hal ini akan melatih siswa untuk mempelajari kosakata baru yang mereka dapat dari kegiatan tersebut mengingat pembelajaran di sekolah juga mempunyai andil besar untuk memperkaya kosakata yang dimiliki siswa disamping faktor sosial dan lingkungan. Saran bagi peneliti selanjutnya hendaknya menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk melakukan penelitian sejenis dalam ruang lingkup yang lebih khusus.