Skripsi
Pengaruh earning per share dan debt to equity ration terhadap nilai perusahaan melalui corporate social responsibility (studi pada perusahaan sektor industri barang konsumsi yang listing di BEI tahun 2012-2017) / Galuh Nidya Widiyanti
Abstrak
i ABSTRAK Widiyanti Galuh Nidya. 2018. Pengaruh Earning Per Share dan Debt to Equity Ratio Terhadap Nilai Perusahaan Melalui Corporate Social Responsibility (Studi pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Listing di BEI tahun 2012-2017). Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. H. Heri Pratikto M.Si. Kata Kunci earning per share debt to equity ratio corporate social responsibilty nilai perusahaan Ditengah ketatnya persaingan bisnis perusahaan dituntut memiliki keunggulan kompetensi yang mendukung perusahaan mencapai tujuan utama yaitu memaksimalkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi dapat menarik investor untuk melakukan investasi. Informasi keuangan dan non keuangan menjadi pertimbangan investor untuk pengambilan keputusan investasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah earning per share (X1) debt to equity ratio (X2) nilai perusahaan (Y) dan corporate social responsibility (Z). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh earning per share dan debt to equity ratio terhadap nilai perusahaan melalui corporate social responsibility melalui laporan keuangan tahunan perusahaan sektor industri barang konsumsi yang listing di BEI tahun 2012-2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor industri yang listing di BEI dengan metode purposive sampling selama periode 2012-2017 dan berdasarkan kriteria yang ditentukan diperoleh sample sebanyak 6 perusahaan. metode analisis yang digunakan adalah path analysis dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1a) kondisi variabel PBV memiliki trend naik. 1b) kondisi variabel EPS memiliki trend stabil. 1c) kondisi variabel DER memiliki trend turun dengan. 1d) kondisi variabel CSR memiliki trend stabil. 2) EPS berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. 3) EPS berpengaruh negatif signifikan terhadap CSR. 4) DER tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. 5) DER tidak berpengaruh terhadap CSR. 6) CSR tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. 7) CSR tidak memediasi hubungan pengaruh EPS dan DER terhadap nilai perusahaan.