Skripsi
Perbandingan penerapan model PjBL dipadu metode tutorial dan model PjBL dipadu metode individual terbimbing pengaruhnya terhadap kemampuan mendesain grafis pada siswa kelas X multimedia di SMKN 12 Malang / Annisa Rachmawati Putri
Abstrak
v ABSTRAK Putri Annisa Rachmawati. 2018. Perbandingan Penerapan Model PjBL Dipadu Metode Tutorial dan Model PjBL Dipadu Metode Individual Terbimbing Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Mendesain Grafis pada Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 12 Malang. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro M.Pd. M.T. (II) Dila Umnia Soraya S.Pd. M.Pd. Kata Kunci Perbandingan PjBL Tutorial Individual Terbimbing Kemampuan Mendesain Grafis Kompetensi yang diharapkan pada mata pelajaran Desain Grafis adalah siswa mampu membuat desain sebuah gambar. Pembelajaran Desain Grafis erat kaitannya dengan kemampuan mendesain grafis siswa. Tingkat kemampuan mendesain grafis siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tingkat kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode tutorial (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode individual terbimbing dan (3) mengetahui signifikansi perbedaan tingkat kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode tutorial dan model PjBL dipadu metode individual terbimbing. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Eksperimen Semu dengan desain penelitian Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X MM di SMKN 12 Malang yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Instrumen pengukuran berupa posttest dan lembar observasi kemampuan mendesain grafis. Aspek yang diukur adalah aspek keterampilan (psikomotorik). Uji hipotesis dilakukan dengan teknik Independent Sample t-Test berbantuan Software SPSS 23 for Windows. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa nilai signifikansinya sebesar 0.016 dimana 0.016 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat signifikansi perbedaan kemampuan mendesain grafis karena pengaruh penerapan model PjBL dipadu metode tutorial dan model PjBL dipadu metode individual terbimbing. Perbedaan terhadap hasil penelitian juga dapat dilihat berdasarkan 4 hal berikut (1) kelas eksperimen 1 memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi yakni sebesar 86 8 daripada kelas eksperimen 2 nilai rata-ratanya hanya sebesar 82 (2) ketuntasan belajar kelas eksperimen 1 lebih tinggi yakni sebesar 57% daripada kelas eksperimen 2 ketuntasan belajarnya hanya 37% (3) perolehan nilai gain score kelas eksperimen 1 lebih tinggi yakni 0.611 daripada kelas eksperimen 2 hanya sebesar 0.446 dan (4) kelas eksperimen 1 memiliki 11 indikator dengan kategori tinggi sedangkan kelas eksperimen 2 hanya memiliki 7 indikator dengan kategori tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan model PjBL dipadu metode tutorial berpengaruh lebih tinggi terhadap tingkat kemampuan mendesain grafis siswa daripada pembelajaran yang menggunakan model PjBL dipadu metode individual terbimbing.