Skripsi
Penerapan tahapan Polya dengan setting kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita peserta didik kelas IX-I pada materi SPLDV di SMP Negeri 2 Malang / Desy Vivian Afifah
Abstrak
i RINGKASAN Afifah Desy Vivian. 2018. Penerapan Tahapan Polya dengan Setting Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Peserta Didik Kelas IX-I pada Materi SPLDV di SMP Negeri 2 Malang. Skripsi Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Rini Nurhakiki M.Pd. Kata Kunci kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) tahapan Polya kemampuan menyelesaikan soal cerita Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru matematika kelas IX-I SMP Negeri 2 Malang diperoleh informasi bahwa kemampuan peserta didik menyelesaikan soal cerita matematika masih rendah. Sebagian besar peserta didik masih sulit memahami maksud soal cerita kesulitan mengubah bahasa soal menjadi bahasa matematika dan masih salah dalam melakukan cara komputasi yang diperlukan untuk mencari jawaban. Selain itu hasil observasi awal yang dilakukan saat kegiatan pembelajaran di kelas IX-I menunjukkan bahwa sistem pembelajaran masih didominasi oleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah dan pemberian tugas. Kegiatan pembelajaran seperti ini belum mengoptimalkan peserta didik dalam pembelajaran dan kurang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya. Pada penelitian ini peneliti berusaha untuk memperbaiki hasil pembelajaran agar dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita peserta didik kelas IX-I pada materi SPLDV di SMP Negeri 2 Malang dengan menerapkan tahapan Polya setting kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah tahapan Polya dengan setting kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) yang dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita peserta didik kelas IX-I pada materi SPLDV di SMP Negeri 2 Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi kegiatan guru dan peserta didik catatan lapangan dan hasil tes akhir. Kriteria keberhasilan penelitian ini adalah (1) hasil observasi kegiatan guru dan peserta didik minimal termasuk dalam kategori baik dan (2) hasil tes akhir menunjukkan bahwa minimal 75%peserta didik mendapat nilai lebih dari atau sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 77. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita peserta didik kelas IX-I SMP Negeri 2 Malang meningkat setelah diterapkan pembelajaran tahapan Polya dengan setting kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Hal ini dibuktikan dengan hasil tes akhir siklus I ke siklus II. Pada siklus I diperoleh persentase ketuntasan klasikalnya adalah 59%kemudian pada siklus II persentase ketuntasan klasikal mengalami peningkatan yaitu menjadi 87 5%. Pada siklus I persentase hasil observasi kegiatan guru adalah 80%dan persentase hasil observasi kegiatan peserta didik adalah 79%. ii