Skripsi
Pengembangan media film pendek untuk memahami unsur intrinsik teks cerpen / Dara Arum Army Nur Meylla
Abstrak
v RINGKASAN Meylla Dara Arum Army Nur. 2018. Pengembangan Media Film Pendek untuk Memahami Unsur Intrinsik Teks Cerpen. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. A. Syukur Ghazali M.Pd. Kata Kunci pengembangan media film pendek memahami unsur intrinsik teks cerpen Penelitian pengembangan media film pendek untuk memahami unsur intrinsik teks cerpen dilatarbelakangi dari hasil pengumpulan informasi awal bahwa kurangnya minat siswa dalam pembelajaran menganalisis teks cerpen. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di sekolah siswa tidak tertarik dalam pembelajaran menganalisis teks cerpen dikarenakan rendahnya minat baca wawasan yang kurang luas dan belum adanya media yang menarik dalam pembelajaran. Dengan demikian dibuatlah media film pendek untuk memahami unsur intrinsik teks cerpen. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk media film pendek yang efektif untuk memahamkan siswa tentang unsur intrinsik teks cerita pendek dengan memperhatikan aspek wujud isi dan tampilan. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan media pembelajaran yang dimodifikasi dari model pengembangan Research and Development (R D) Borg dan Gall. Berdasarkan model tersebut penelitian dilaksanakan tujuh tahap (1) studi pendahuluan (2) perencanaan (3) desain produk (4) validasi desain (5) perbaikan desain (6) uji coba produk dan (7) revisi produk. Jenis data penelitian ini terdiri atas data nonverbal (kuantitatif) dan verbal (kualitatif). Data nonverbal (kuantitatif) berupa skor hasil validasi produk oleh ahli media praktisi dan siswa serta nilai tes siswa (pretes dan postes) tentang pemahaman unsur intrinsik teks cerpen. Data verbal (kualitatif) berupa angket uji coba produk tentang kritik komentar dan saran perbaikan untuk produk yang dikembangkan yang diperoleh dari ahli media praktisi dan siswa. Instrumen pengumpulan data pada penelitian dan pengembangan ini dibedakan menjadi dua jenis yaitu prapengembangan dan pascapengembangan. Instrumen prapengembangan yang digunakan yaitu pedoman wawancara dan angket prapengembangan untuk digunakan sebagai analisis kebutuhan. Sementara itu instrumen pascapengembangan yang digunakan yaitu angket uji coba produk dan tes siswa (pretes dan postes) untuk menguji kelayakan dan keefektifan media film pendek. Analisis data verbal (kualitatif) dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal tertulis dari angket uji coba produk berupa kritik komentar dan saran yang diperoleh dari ahli media praktisi dan siswa (2) menghimpun menyeleksi dan mengklasifikasikan data verbal berdasarkan kelompok uji (3) menganalisis data verbal dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk perbaikan produk yang dikembangkan. Sementara itu analisis data kuantitatif dilakukan dengan dengan cara (1) menggunakan rumus untuk menghitung persentase (2) menentukan kualifikasi produk berdasarkan persentase (3) menentukan tindak lanjut produk berdasarkan kualifikasi dan (4) menggunakan rumus untuk nilai rata-rata siswa. vi Penelitian ini menghasilkan produk media film pendek. Penilaian media film pendek mencakup aspek wujud isi dan tampilan dilakukan oleh ahli media praktisi dan siswa. Hasil penilaian media film pendek dari aspek wujud oleh ahli media memperoleh persentase 81 25% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil praktisi 87 5% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi siswa 89 68% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi. Penilaian aspek isi oleh ahli media memperoleh persentase 84 37% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil praktisi 79 16% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil dan siswa 79 68% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil. Penilaian aspek tampilan oleh ahli media memperoleh persentase 83 92% berarti media layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik dengan revisi kecil praktisi 100% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi dan siswa 86 11% berarti media sangat layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik tanpa revisi. Berdasarkan persentase yang diperoleh dari uji coba produk kepada ahli media praktisi dan siswa secara keseluruhan mencapai persentase 81% menunjukkan bahwa produk media film pendek layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran menganalisis unsur intrinsik teks cerpen. Dari hasil tes siswa menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami unsur intrinsik teks cerpen mengalami peningkatan dari pretes ke postes dengan nilai rata-rata dari 66 29 menjadi 77 92. Berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh menunjukkan bahwa produk media film pendek efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami unsur intrinsik teks cerpen. Simpulan penelitian dan pengembangan ini adalah media film pendek untuk memahamai unsur intrinsik teks cerpen yang dikembangkan tergolong layak dapat diimplementasikan dan efektif untuk pembelajaran analisis unsur intrinsik teks cerpen. Saran pemanfaatan produk meliputi saran untuk empat pihak yaitu guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia siswa peneliti selanjutnya dan pengembangan produk selanjutnya. Produk media film pendek dapat digunakan oleh guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai salah satu media film pendek menganalisis unsur intrinsik teks cerpen. Produk media film pendek dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap unsur intrinsik teks cerpen. Produk media film pendek dapat digunakan oleh peneliti selanjutnya sebagai alternatif pilihan media pembelajaran yang akan dikembangkan dan sebagai dasar pertimbangan untuk membuat media pembelajaran teks cerpen. Media film pendek ini dapat dimanfaatkan oleh pengembang produk lebih lanjut dengan memanfaatkan media film pendek memahami unsur intrinsik teks cerpen dengan sebagaimana mestinya.