Skripsi
Gugatan Sarinah: kritik sosial dalam buku puisi Sarinah karya Esha Tegar Putra / Agyl Ramadhan
Abstrak
RINGKASAN Ramadhan Agyl. 2018. Gugatan Sarinah Kritik Sosial dalam Buku Puisi Sarinah Karya Esha Tegar Putra. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Djoko Saryono M.Pd. Kata Kunci puisi kritik sosial masalah sosial sasaran kritik strategi penyampaian kritik Kritik lazim dikenal sebagai kecaman yang selalu mencari titik lemah sesuatu. Stereotip negatif ini muncul karena masyarakat umum dan sebagian besar awam beranggapan demikian. Padahal bila dicermati kritik tidak melulu negatif atau bahkan destruktif. Sebuah kritik muncul dan mengemuka karena adanya benturan pemikiran atau ketidaksepahaman interaksi sosial. Kritik merupakan buah dari hubungan sosial. Kritik sosial dapat disampaikan secara lisan dan tulis. Secara lisan kritik terhadap kehidupan sosial bisa dan biasa disampaikan dalam orasi diskusi bahkan sangat mungkin dalam demonstrasi. Di dunia umumnya dan Indonesia khususnya kritik sosial secara lisan kerap dijumpai pada waktu peringatan Hari Buruh Internasional. Penyampaian kritik sosial banyak pula disampaikan secara tulis. Kritik sosial secara tulis dapat disampaikan dalam berbagai bentuk tulisan esai surat terbuka maupun karya sastra termasuk puisi. Karya sastra seperti puisi dianggap potensial sebagai media kritik terhadap kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan tiga hal. Pertama masalah sosial yang dikritik dalam buku puisi Sarinah karya Esha Tegar Putra. Kedua sasaran kritik sosial dalam buku puisi Sarinah karya Esha Tegar Putra. Ketiga strategi penyampaian kritik sosial dalam buku puisi Sarinah Karya Esha Tegar Putra. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah potongan puisi-puisi Esha Tegar Putra yang terangkum dalam buku puisi Sarinah dan mengandung jenis masalah sosial yang dikritik sasaran serta strategi penyampaian kritik sosial. Dari limapuluh empat puisi yang terdapat dalam buku tersebut penelitian ini menggunakan duapuluh empat di antaranya. Pemilihan duapuluh empat puisi ini didasarkan pada tiga kriteria yaitu (1) kutipan puisi minimal memiliki satu gagasan utuh (2) kutipan puisi mengandung kritik sosial serta (3) kritik sosial yang ada dalam puisi tampak lebih jelas dari puisi-puisi lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jemis penelitian sosiologi sastra. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi secara aktual dan terperinci hasilnya berbentuk uraian deskriptif yang bersifat mendalam serta menunjukkan ciri-ciri alamiahnya. Penelitian ini merekam dengan alamiah (apa adanya) masalah sosial yang dikritik sasaran dan cara penyampaian kritik sosial yang terdapat dalam buku puisi Sarinah. Pemaparan hasil temuan tersebut disajikan dalam bentuk uraian deskriptif. Oleh karena itu penelitian ini digolongkan dalam jenis penelitian sosiologi sastra. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan dipaparkan dalam bagian-bagian sebelumnya maka dihasilkan simpulan sebagai berikut. Pertama ii buku puisi Sarinah karya Esha Tegar Putra mengkritik tiga masalah sosial yaitu politik sosiobudaya dan ekonomi. Kedua kritik sosial dalam buku puisi Sarinah karya Esha Tegar Putra menyasar dua pihak yaitu penguasa dan masyarakat. Ketiga Esha Tegar Putra menggunakan empat strategi dalam menyampaikan kritik sosial dalam buku puisi Sarinah yaitu lugas simbolik interpretatif serta sinis. Masalah sosial mengenai politik yang dikritik dalam buku puisi Sarinah membahas penyelewengan kekuasaan dan penolakan terhadapnya oleh masyarakat. Adapun masalah-masalah politik yang dibahas dalam buku puisi Sarinah yaitu penyelewengan kewenangan atau kekuasaan oleh penguasa serta keserakahannya yang ditimbulkan oleh kewenangan tersebut.Masalah sosial mengenai sosiobudaya membahas hal-hal seperti individualisme dan kesibukan masyarakat kota yang seperti diburu waktu dalam setiap aktivitasnya sehingga melupakan sejarahnya sebagai manusia hingga kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal mistis untuk memperoleh sesuatu. Lebih rinci masalah-masalah sosiobudaya yang dibahas dalam buku puisi Sarinah yaitu ketidakstabilan kondisi kota keberingasan manusia manakala terjadi selisih paham manusia yang mulai meninggalkan jatidirinya sebagai manusia bersahaja dan berbudaya dan mulai mengejar status sosial yang tinggi dengan membangun gedung tinggi-tinggi kehidupan sosial masyarakat yang begitu individualis dan hubungan-hubungan serta interaksi dengan sesama hanya dilakukan atas dasar kepentingan masing-masing stereotip masyarakat umum awam pada khususnya yang memandang penyair sastrawan atau pegiat bahasa begitu remeh hidup masyarakat yang sangat bergantung kepada materi kota yang kian hari kian dan terus mengering kehidupan kota yang serba cepat dan tergesagesa masyarakat yang terlampau khawatir akan hari depan dan ingin melupakan waktu lalu yang kelam kebiasaan masyarakat yang kerapkali menyimpang dari tujuan kondisi alam yang kian memburuk sebab eksploitasi oleh manusia dan laku masyarakat yang telah begitu tergantung kepada mesin beremisi buruk sehingga berdampak pada kondisi alam. Lalu masalah sosial mengenai ekonomi membahas sifat tamak dan boros manusia. Kritik sosial tentang politik yang membahas tentang penyelewengan kekuasaan memiliki satu sasaran kritik yaitu penguasa. Sedangkan kritik mengenai sosiobudaya dan ekonomi yang membahas tentang individualitas kesibukan serta ketamakan masyarakat juga memiliki satu sasaran kritik masyarakat. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini saran-saran yang dapat diberikan kepada peneliti sastra dan sosial adalah sebagai berikut. Bagi peneliti sastra hasil penelitian ini hendaknya digunakan sebagai referensi dan bahan perbandingan untuk mengadakan penelitian sejenis dalam ruang lingkup yang lebih luas. Penelitian ini hanya dipusatkan kritik sosial dalam buku puisi Esha Tegar Putra. Oleh sebab itu dalam ruang lingkup yang lebih luas dan khusus dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai modernitas kerakusan manusia atau potret kesibukan kota dalam buku puisi Sarinah. Selain itu penelitian ini dapat dijadikan perbandingan atas penelitian lanjutan mengenai kritik sosial dalam buku puisi atau karya sastra lain. Bagi peneliti sosial hasil penelitian ini hendaknya digunakan sebagai referensi untuk mengadakan penelitian sejenis dalam ruang lingkup yang lebih iii luas. Penelitian ini hanya dipusatkan kritik sosial dalam buku puisi Esha Tegar Putra. Oleh sebab itu dalam ruang lingkup yang lebih khusus dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai kontribusi kritik sosial dalam buku puisi Sarinah dalam menyelesaikan masalah sosial.