Skripsi
Hubungan sosiodemografi dan lingkungan dengan kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Malang / Zunnun Zuraiya
Abstrak
vi RINGKASAN Zuraiya Zunnun. 2018. Hubungan Sosiodemografi dan Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Malang Indonesia. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Siti Nurrochmah M.Kes (II) Septa Katmawanti S.Gz. M.Kes Kata Kunci sosiodemografi lingkungan DBD DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini ditularkan dari orang ke orang oleh nyamuk Aedes aegypti. DBD merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sosiodemografi dan lingkungan dengan kejadian penyakit DBD di Kota Malang. Variabel dalam penelitian ini meliputi (1) Variabel dependen berupa kejadian Demam Berdarah Dengue. (2) Variabel independen berupa (a) sosiodemografi (jenis kelamin usia tingkat pendidikan pekerjaan mobilitas) dan (b) lingkungan (keberadaan penderita DBD di lingkungan jarak antar rumah tempat penampungan air keberadaan jentik tanaman hias dan perilaku). Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan uji statistik chi-square (X2). Uji tersebut digunakan untuk mengetahui hubungan antara sosiodemografi dan lingkungan dengan Demam Beradarah Dengue di Kota Malang. Jenis penelitian ini menggunakan desain Case control. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian 188 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner observasi dan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Nilai chi-square (X2 hitung) mobilitas 48 77 (2) Nilai chi-square (X2 hitung) keberadaan penderita DBD di lingkungan dengan DBD 6 90 (3) Nilai chi-square (X2 hitung) jarak antar rumah 11 78 (4) Nilai chi-square (X2 hitung) tempat penampungan air 6 22. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian DBD yaitu umur dengan nilai chi-square (X2 hitung) 0 77 jenis kelamin dengan nilai chi-square (X2 hitung) 0 02 pendidikan dengan nilai chi-square (X2 hitung) 2 14 pekerjaan dengan nilai chi-square (X2 hitung) 1 23 keberadaan jentik dengan nilai chi-square (X2 hitung) 0 19 tanaman hias dengan nilai chi-square (X2 hitung) 0 44 dan perilaku dengan nilai chi-square (X2 hitung) 1.57. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara mobilisasi keberadaan penderita DBD di lingkungan jarak antar rumah dan Tempat Penampungan Air (TPA) dengan kejadian penyakit DBD di Kota Malang. Sementara itu variabel yang tidak memiliki hubungan adalah umur jenis kelamin pendidikan pekerjaan keberadaan jentik tanaman hias dan perilaku.