Skripsi
Penilaian pemberian kredit modal kerja UMKM di bank Mandiri Cabang Malang / Eriza Riyanti Kaimuddin
Abstrak
i ABSTRAK Kaimuddin E. R. 2018. Penilaian Pemberian Kredit Modal Kerja UMKM di Bank Mandiri Cabang Malang Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unversitas Negeri Malang. Pembimbing (I) H. Subagyo S.E. S.H. M.M. (II) Trisetia Wijijayanti S. E. M. BA. Kata Kunci Penilaian Kredit Kredit Modal Kerja Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah UMKM. Sejalan dengan meningkatnya jumlah UMKM terdapat kendala dalam modal kerja UMKM. Bank Mandiri menjadi salah satu bank milik Negara yang memiliki fasilitas kredit modal kerja untuk UMKM. Suku bunga yang rendah dibandingkan bank milik Negara lainnya menjadi daya tarik Bank Mandiri bagi UMKM dalam pengajuan kredit. Bank Mandiri menggunakan prinsip 5C (Character Capacity Capital Collateral dan Condition of Economy) dalam melakukan penilaian kredit modal kerja untuk UMKM. Penelitian ini mempunyai fokus penelitian dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana cara Bank Mandiri Cabang Malang melakukan penilaian pemberian kredit modal kerja untuk UMKM. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara observasi dan dokumentasi. Dalam teknik analisis data menggunakan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya untuk menguji validitas data digunakan teknik triangulasi sumber triangulasi metode dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penilaian kredit menggunakan prinsip 5C yaitu Character Capacity Capital Collateral dan Condition of Economy. Penerapan prinsip 5C dalam penilaian kredit di Bank Mandiri Cabang Malang baik sesuai dengan unsur-unsur 5C. (2) Terdapat beberapa unsur 5C yang optimal digunakan Bank Mandiri yaitu Character Capacity dan Collateral. Saran bagi Bank Mandiri Cabang Malang khususnya Bank Mandiri Wahid Hasyim yaitu perlu diberikan pemahaman mengenai 5C agar pemahaman akan penilaian kredit selaras seharusnya ada sistem monitoring bulanan untuk memastikan kredit modal kerja yang diberikan kepada debitur digunakan untuk peruntukannya dan memberikan program khusus untuk mendukung usaha debitur baik dari segi pemasaran maupun manajerial sehingga kelancaran akan lebih terjamin.