Disertasi
Strategies used by task performers in completing integrated reading-listening-writing task / Imam Wahyudi Karimullah
Abstrak
vi RINGKASAN Karimullah Imam Wahyudi. 2018. Strategi yang Digunakan oleh Peserta dalam Menyelesaikan Tugas Membaca-Mendengar-Menulis Terintegrasi. Disertasi. Program Doktor Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Nur Mukminatien M.Pd. (II) Prof. Ali Saukah M.A. Ph.D. (III) Prof. Bambang Yudi Cahyono M.Pd. M.A. Ph.D. Kata kunci strategi membaca-mendengar-menulis terpadu Beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab terkait dengan membacamendengar- menulis terpadu antara lain apakah peserta dengan latar belakang budaya yang berbeda (misalnya peserta dari Indonesia) mengalami permasalahan yang sama atau menggunakan strategi menulis terpadu yang sama seperti ditemukan oleh peneliti sebelumnya. Mengacu pada kesenjangan yang ada pada temuan penelitian sebelumnya penelitian ini bertujuan untuk menemukan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh peserta dari Indonesia dan strategi-strategi yang mereka gunakan dalam dalam menyelesaikan tugas membaca-mendengar-menulis terpadu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 23 penerima beasiswa dari Indonesia. Untuk mengumpulkan data tentang strategi menulis terpadu para responden diwawancarai tepat setelah menyelesaikan tugas menulis terpadu dan mereka diminta untuk mengisi kuesioner dan menjawab pertanyaan secara tertulis. Data dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan temuan dengan apa yang telah ditemukan oleh peneliti sebelumnya untuk menemukan persamaan dan perbedaan (apabila ada). Penelitian ini menemukan bahwa strategi yang digunakan oleh peserta tidak hanya cognitive metacognitive dan test-wiseness strategi melainkan juga affective strategi. Pada tahapan pra-menulis peserta memproses informasi yang berasal dari empat sumber antara lain pengetahuan atau pengalaman sebelumnya (bila ada) bahan bacaan dengaran perkuliahan dan petunjuk (soal). Informasi ini diproses secara berbeda oleh masing-masing peserta di dalam benak mereka menyesuaikan dengan gaya belajar dan tingkatan kemampuan koginisi mereka. Proses ini bisa dipengaruhi oleh faktor gangguan internal dan eksternal. Tahapan proses menulis selanjutnya terdiri dari membuat outline dan draf dan perbaikan. Proses ini bisa linier atau tidak linier dan bisa dipengaruhi oleh faktor budaya tutur penulis. Hal ini merupakan suatu indikasi bahwa latar belakang budaya bisa juga mempengaruhi strategi yang digunakan oleh penulis. Secara teoritis hasil temuan ini berkontribusi pada teori strategi menulis terpadu. Penelitian ini juga menemukan bahwa peserta menghadapi beberapa masalah. Permasalahan tersebut antara lain pada tata bahasa dan struktur pemahaman mendengarkan kurangnya kosakata mensintesa informasi parafrase vii mengembangkan gagasan utama pemahaman bacaan kurangnya waktu kurang familiar dengan topik adanya gangguan internal dan ekternal keterampilan ganda (mencatat sambil mendengarkan) gaya penulisan yang tidak langsung pada intinya organisasi pada paragraf dan esai ingatan menghubungkan gagasangagasan utama dan terlalu banyak kata yang ditulis. Sebagai simpulan latar belakang budaya gaya belajar dan keterampilan berfikir kognitif dapat mempengarui jenis strategi yang digunakan oleh peserta dalam menyelesaiakan tugas membaca-mendengar-menulis terpadu. Para peneliti berikutnya bisa mengkaji faktor kecemasan dan familiaritas topik dalam menulis terpadu. Selain itu penting juga untuk meneliti hubungan antara penggunaan strategi (oleh peserta yang berbeda budaya) dan skor menulis mereka.