Disertasi
Model hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi penyelesaian skripsi dalam perspektif rational emotive behavior therapy / Diniy Hidayatur Rahman
Abstrak
ABSTRAK Rahman Diniy Hidayatur. 2018. Model Hubungan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prokrastinasi Penyelesaian Skripsi dalam Perspektif Rational Emotive Behavior Therapy. Disertasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Promotor (I) Prof. Dr. Punaji Setyosari M.Pd. M.Ed (II) Dr. Adi Atmoko M.Si (III) Prof. Dr. Nur Hidayah M.Pd. Kata Kunci prokrastinasi skripsi keyakinan irasional REBT Prokrastinasi dalam penyelesaian skripsi merupakan salah satu masalah yang banyak dialami oleh mahasiswa program sarjana Universitas Negeri Malang (UM) yang terlambat lulus. Keterlambatan tersebut memiliki dampak negatif bagi mahasiswa yang bersangkutan program studi dan UM. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model teoretik prokrastinasi penyelesaian skripsi dalam perspektif Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dan menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh pada prokrastinasi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain causal relationship study. Sampel yang terlibat dalam penelitian adalah 200 mahasiswa UM yang sedang menempuh semester 9 hingga 14. Sampel tersebut diperoleh dengan teknik multistage cluster sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui empat instrumen yang validitas dan reliabilitasnya telah diuji dengan analisis faktor eksploratori dan konfirmatori serta Alpha Cronbach. Keempat instrumen tersebut adalah Skala Perfeksionisme Dosen Skala Keyakinan Irasional dalam Penulisan Skripsi Skala Perfeksionisme Diri dan Skala Prokrastinasi Penyelesaian Skripsi. Data penelitian dianalisis dengan teknik SEM (structural equation modelling) dengan menggunakan software AMOS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang diusulkan telah layak dan memperoleh dukungan empiris yang memadai. Berdasarkan model tersebut dapat diambil tiga kesimpulan sebagai berikut. Pertama jalur terkuat dalam membentuk prokrastinasi penyelesaian skripsi adalah (1) perfeksionisme dosen mempengaruhi demandingness (2) demandingness mempengaruhi low frustration tolerance (3) low frustration tolerance mempengaruhi perfeksionisme diri dan (4) perfeksionisme diri mempengaruhi prokrastinasi penyelesaian skripsi. Kedua perfeksionisme dosen sebagai activating event berkontribusi signifikan dalam membentuk keyakinan irasional. Ketiga demandingness adalah keyakinan irasional primer yang mempengaruhi prokrastinasi penyelesaian skripsi melalui tiga keyakinan irasional sekunder lainnya yaitu catastrophising self-depreciation dan low frustration tolerance. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diajukan empat saran sebagai berikut. Pertama para konselor di Pusat Pengembangan Bimbingan dan Konseling (P2BKM) UM disarankan untuk memberikan perhatian lebih pada variabel demandingness low frustration tolerance dan perfeksionisme diri dalam memberikan intervensi pada para mahasiswa yang terlambat lulus. Kedua wakil rektor I dan pejabat urusan akademik lainnya disarankan untuk merancang dan menyelenggarakan pelatihan keterampilan komunikasi non-demanding kepada para dosen terkait proses pembimbingan skripsi. Ketiga Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan berbagai variabel activating event dan consequence untuk memperkuat bahwa activating event memiliki pengaruh dalam membentuk keyakinan irasional. Keempat peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang membandingkan model-model organisasi keyakinan irasional untuk memastikan model yang paling superior.