Skripsi
Pengembangan modul cetak administrasi sistem jaringan dengan model pembelajaran mind mapping pada kelas X Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Petra Timika / Nelson Tenbak
Abstrak
i ABSTRAK Tenbak Nelson.2017.Pengembangan Modul Cetak Administrasi Sistem Jaringan dengan Model Pembelajaran dengan Mind Mapping pada Kelas X Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Petra Timika Papua. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Kata Kunci Modul Administrasi Sistem Jaringan. SMK Petra Timika merupakan salah satu SMK yang terdapat di kabupaten Timika Provinsi Papua. Berdasarkan hasil obervasi terdapat beberapa kendala yang dialami oleh siswa kelas X program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Administrasi Sistem Jaringan. Hal tersebut disebabkan karena belum tersedianya modul pembelajaran yang sesuai. Administrasi Sistem Jaringan merupakan salah satu materi pokok dalam jurusan TKJ. Administrasi Sistem Jaringan merupakan mata pelajaran yang wajib ditempuh siswa sehingga dibutuhkan bahan ajar yang memadai untuk mempermudah siswa dalam memahami pembelajaran. Tidak adanya modul tersebut mengakibatkan siswa merasa kesulitan dalam memahami materi. Selain itu fasilitas bahan ajar berupa buku teks pelajaran dan perangkat komputer yang disediakan oleh pihak sekolah untuk kegiatan praktikum sangat terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah siswa yang mengikuti praktikum. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dikembangkan modul Administrasi Sistem Jaringan bagi siswa kelas X di SMK Petra Timika. Tujuan pengembangan modul ini adalah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran Administrasi Sistem Jaringan. Pada pengembangan modul ajar Administrasi Sistem Jaringan mengunakan model pengembangan Dick and Carey. Menurut Dick and Carey terdapat 10 tahapan dalam pengembangan modul ajar namun pada pengembangan modul Administrasi Sistem Jaringan ini hanya mengunakan 1) tahapan. Penelitihanya menggunakan 9 tahapan. Tahapan yang digunakan antara lain (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran (2) mengidentifikasi perilaku dan karakteristik (3) merumuskan tujuan pembelajaran (4) melakukan analisis pembelajaran (5) mengembangkan butir test tujuan patokan (6) mengembangkan strategi pembelajaran (7) mengembangkan bahan ajar (8) merancang dan melakukan uji coba dan (9) revisi bahan ajar. Hasil dari penelitian ini berupa modul siswa serta lembar kerja praktikum. Kelayakan dari pengembangan modul cetak diperoleh dari hasil uji perseorangan ahli materi dengan rata-rata nilai validasi yang diperoleh sebesar 90 % dan dinyatakan valid dan rata-rata nilai validasi dari hasil uji kelompok kecil sebesar 90 % yang berartisangat valid dan rata-rata nilai validasi dari hasil uji coba lapangan sebesar 91 % yang berarti sangat valid. Berdasarkan nilai validasi yang diperoleh tersebut dapat disimpilkan bahwa sesuai dengan standar kelayakan yakni 71 % maka modul cetak yang dikembangkan telah layak digunkan . karena telah mencapai nilai rata-rata secara keseluruhan sebesar 90 50%.