Skripsi
Hubungan antata status anemia dan usia ibu saat hamil dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Paiton Kabupaten Probolinggo / Eki Meridyah Pitaloka
Abstrak
RINGKASAN Pitaloka Eki Meridyah. 2018. Hubungan Antara Status Anemia dan Usia Ibu Saat Hamil dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Paiton Kabupaten Probolinggo. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Setyo Budiwanto M.Kes. (II) Septa Katmawanti S.Gz. M.Kes. Kata kunci Status Anemia Usia Ibu saat hamil Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Angka kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dianggap sebagai indikator kesehatan masyarakat karena erat hubungannya dengan angka kematian kesakitan dan kejadian gizi kurang yang dikemudian hari akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupan di masa depan. Jumlah kasus BBLR di wilayah kerja Puskesmas Paiton pada tahun 2015 sebesar 52 dari 1.225 kelahiran hidup tahun 2016 sebesar 53 dari 1.349 kelahiran hidup dan tahun 2017 pada bulan Januari-Desember mencapai 55 dari 1.349 kelahiran hidup. Meningkatnya angka BBLR di Puskesmas Paiton kemungkinan disebabkan karena ibu hamil jarang memeriksakan kehamilan secara rutin di posyandu yang telah disediakan di setiap desa terkadang ibu hamil juga tidak rutin mengkonsumsi tablet penambah darah dan vitamin yang sudah diberikan pada saat posyandu dan terdapat beberapa responden yang tidak sama sekali memeriksakan kehamilannya sehingga petugas kesehatan tidak dapat memantau kondisi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status anemia dan usia ibu saat hamil dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Paiton Kabupaten Probolinggo dengan subjek penelitian 55 responden. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan uji statistik chi-square. Uji tersebut digunakan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara status anemia dan usia ibu saat hamil dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Hasil pengumpulan data diketahui bahwa ibu hamil yang melahirkan lebih banyak menderita anemia terbanyak yaitu sejumlah 33 orang (60%). Sedangkan untuk usia ibu saat hamil diketahui bahwa presentase terbesar berada pada kelompok usia yang berkisar 35 tahun sejumlah 31 orang (56 4%) yang berarti beresiko tinggi untuk melahirkan BBLR. Hasil analisis data menunjukkan (1) ada hubungan yang signifikan antara status anemia dengan kejadian BBLR di Puskesmas Paiton Kabupaten Probolinggo dengan p-value 0 014 (2) ada hubungan yang signifikan antara usia ibu saat hamil dengan kejadian BBLR di Puskesmas Paiton Kabupaten Probolinggo dengan p-value 0 026.