Skripsi
Pengembangan media promosi kesehatan tentang cuci tangan pakai sabun pada siswa tunarungu kelas III-V di SDLB Negeri Kedungkandang Kota Malang / Nurdiana Rahma Yuniasri
Abstrak
RINGKASAN Yuniasri Nurdiana Rahma. 2018. Pengembangan Media Promosi Kesehatantentang Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa Tunarungu Kelas III-V di SDLB Negeri Kedungkandang Kota Malang. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Dra. Endang Sri Redjeki M.S. (II) dr. Desi Ariwinanti M.PH Kata kunci promosi kesehatan media promosi kesehatan cuci tangan pakai sabun tunarungu Promosi kesehatan adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakatagar masyarakat dapat menolong diri sendiri atau masyarakat secara mandiri yang berwawaskan kesehatan. Cuci tangan adalah salah satu hal dasar dalam menjaga kesehatan diri yang mudah dilakukan oleh masyarakat salah satunya adalah anak berkebutuhan khusus di lembaga pendidikan namun jarang diketahui cara yang tepat dalam penerapan yang benar. Salah satu cara untuk menginformasikan informasi tersebut dengan menggunakan media promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media promosi kesehatan untuk siswa kelas tunarungu kelas III-V di SDLB Kedungkandang Kota Malang supaya mudah diterima dan dipahami. Penelitian ini menggunakan model prosedural yang bersifat deskriptif. Penelitian diawali dengan mencari tahu kebiasaan cuci tangan para siswa dilanjutkan dengan melakukan analisis kebutuhan terkait dengan spesifikasi produk yang diinginkan siswa kemudian dilanjutkan membuat desain produk awal yang akan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Selanjutnya dilakukan perbaikan desain sesuai dengan masukan para ahli. Dilanjutkan dengan ujicoba kelompok kecil pada 6 siswa tunarungu dan kemudian melakukan perbaikan sesuai masukan yang diberikan. Dilanjutkan dengan uji coba kelompok besar yang dilakukan kepada 15 siswa tunarungu. Hasil analisis menyatakan bahwa pada uji coba kelompok kecil terdapat perbaikan pada penjelasan penyakit dalam booklet yang terlalu panjang. Kemudian pada uji coba kelompok besar tidak terdapat revisi untuk booklet baik dari desain maupun materi. Dari kedua hasil tersebut booklet ini telah layak untuk digunakan sebagai sumber informasi tentang cuci tangan pakai sabun. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut perlu adanya penelitian lanjutan terkait dengan peningkatan pengetahuan siswa terhadap booklet Sudah Benarkah Cuci Tanganmu dan penelitian tentang efektifitas dari media booklet tersebut.