Skripsi
Pengaruh penambahan selulosa dari bakteri terhadap sifat mekanik bioplastik matrik pati singkong / Ahmad Saifi Pahlevi
Abstrak
iii ABSTRAK Pahlevi Ahmad Saifi. 2018. Pengaruh Penambahan Selulosa dari Bakteri Terhadap Sifat Mekanik Bioplastik Matrik Pati Singkong. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Heru Suryanto S.T. M.T (II) Dr. H. M. Alfian Mizar M.Pd. Kata Kunci sifat mekanik bioplastik pati selulosa bakteri Penelitian ini mengkaji tentang pembuatan plastik yang dapat terurai oleh bakteri atau pengurai lainnya. Pembuatan bioplastik ini memanfaatkan pati singkong (tepung tapioka) dan selulosa dari bakteri sebagai penguat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan selulosa dari bakteri yang terdapat pada nata de coco terhadap sifat mekanik bioplastik matrik pati singkong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan eksperimental untuk mendapatkan sifat mekanik terbaik dengan memvariasi penambahan selulosa bakteri dengan konsentrasi tepung tapioka dan gliserol tetap sehingga pengaruh penambahan selulosa bakteri terhadap sifat mekanik bioplastik matrik pati singkong diketahui setelah pengujian. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sifat mekanik yang berasal dari hasil tes uji tarik dengan menggunakan spesimen standar ASTM D-638 tipe V dan morfologi yang didapat pada uji SEM (Scanning Electron Microscopy) struktur pada uji XRD (X-Ray Diffraction) dan gugus fungsi kimianya pada uji FTIR (Fourier Transform Infra-Red) dengan menggunakan variasi penambahan selulosa bakteri yang ditambahkan dengan kadar 0% (tanpa tambahan selulosa) 2 5% (3 75 gram) 5% (7 5 gram) 7 5% (11 25 gram) dan 10% (15 gram). Bioplastik dengan sifat fisik terbaik secara kasat mata dicapai pada penambahan selulosa bakteri sebanyak 7 5% dengan menghasilkan kekuatan tarik 18 20 MPa persentase pemanjangan 14 57% modulus elastisitas 124 91 MPa. Bioplastik dengan sifat mekanik terbaik dicapai pada penambahan selulosa bakteri sebanyak 10% dengan menghasilkan kekuatan tarik 19 19 MPa persentase pemanjangan 10 97% dan modulus elastisitas 173 19 MPa. Variasi selulosa 7 5% memiliki morfologi permukaan yang lebih halus dibandingkan variasi selulosa 5%. Sementara itu dengan penambahan selulosa bakteri semakin tinggi juga dapat menghasilkan bioplastik dengan kualitas yang lebih rendah. Tingkat kristalin terbaik dari hasil uji XRD dicapai pada variasi selulosa 7 5% dan penurunan intensitas dapat terjadi karena adanya substitusi pada gugus hidroksil menjadi gugus lain pada saat pemanasan sehingga bioplastik yang dihasilkan bersifat amorf. Adanya ikatan bending C-O dari C-O-H yang diperoleh dari hasil uji FTIR untuk bending C-O pada penambahan selulosa menghasilkan puncak yang lebih lebar dari pada bioplastik tanpa selulosa.