Skripsi
Perbedaan hasil belajar mata pelajaran komputer dan jaringan dasar dengan model problem solving dan problem posing dengan media cisco packet tracer pada siswa kelas X Program Keahlian Multimedia SMK Negeri 1 Bagor Kabupaten Nganjuk / Devi Kusuma
Abstrak
i ABSTRAK Kusuma Devi. 2018. Perbedaan Hasil Belajar Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar dengan Model Problem Solving dan Model Problem Posing Dengan Media Cisco Packet Tracer Pada Siswa Kelas X Program Keahlian Multimedia SMK Negeri 1 Bagor Kabupaten Nganjuk. Pembimbing (1) Drs. Wahyu Sakti G.I. M.Kom. (2) Heru Wahyu Herwanto S.T. M.Kom. Kata Kunci Model Problem Solving Model Problem Posing Hasil Belajar. Berdasarkan observasi dan wawancara kepada guru pengampu mata pelajaran Jaringan Dasar yang dilakukan di sekolah SMK Negeri 1 Bagor terdapat beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran. permasalahan tersebut antara lain pembelajaran masih satu arah dan berpusat pada guru guru masih terpaku pada buku model pembelajaran tidak sesuai dengan gaya belajar dan karakteristik siswa. Berdasarkan permasalahan tesebut maka perlu adanya eksperimen perbandingan model pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing yang dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah melihat perbedaan hasil belajar siswa mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar dalam ranah kognitif dari penerapan kedua model tersebut. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa X Multimedia 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan siswa X Multimedia 2 sebagai kelas eksperimen 2. Kelas eksperimen 1 diberi perlakuan model Problem Solving sedangkan kelas eksperimen 2 diberi perlakuan model Problem Posing. Model penelitian ini menggunakan eksperimental semu (Quasi eksperiment) dengan desain pretest-posttest control group design . Pengumpulan data dilakukan melalui nilai pretest dan posttest berupa 8 soal esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebelum mendapat perlakuan pada kedua kelas adalah 38 17 untuk kelas eksperimen 1 dan 33 94 untuk kelas eksperimen 2. Sedangkan hasil penelitian setelah kedua kelas eksperimen diberi perlakuan adalah 77 19 untuk kelas eksperimen 1 dan 72 29 untuk kelas eksperimen 2. Dari kedua mdel yang sudah diterapkan terdapat peningkatan nilai hasil belajar siswa dalam ranah kognitif dari nilai kemampuan awal siswa. Uji perbedaan rata-rata hasil belajar siswa ranah kognitif menggunakan metode Independent T-Test menghasilkan 0 035 yang berarti kurang dari 0 05 dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai hasil belajar siswa meskipun tidak signifikan. Dari perbedaan kedua model tersebbut model Problem Solving lebih unggul dibandingkan model Problem Posing.