Skripsi
Penetapan sistem pembelajaran blended learning pada pembelajaran pemograman web dan mobile untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Probolinggo / Rendra Kurniawan
Abstrak
RINGKASAN Kurniawan Rendra. 2018. Penerapan Sistem Pembelajaran Blended Learning Pada Pembelajaran Pemrograman Web Untuk Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa Kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 01 Probolinggo. Skripsi S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara M.Pd. (II) Heru Wahyu Herwanto S.T. M.Kom. Kata Kunci blended learning web based learning pemrograman web dan mobile efektivitas belajar Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMKN 1 Probolinggo menerapkan kurikulum 2013 revisi 2017. Model pembelajaran yang diterapkan di kelas XI RPL SMK Negeri 01 Probolinggo saat ini kurang bisa mengakomodasi kebutuhan pembelajaran akibat guru produktif yang terbatas sehingga menyebabkan keterlambatan pembelajaran dan keterlambatan capaian KD khususnya pada mata pelajaran pemrograman web dan mobile. Hal ini selanjutnya menyebabkan alur pembelajaran menjadi tidak runtut dan tidak efektif. Salah satu solusi adalah mengembangkan sistem pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran seperti blended learning yang memadukan pembelajaran tatap muka dengan dengan pembelajaran online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran yang dilakukan menurut model blended learning. Pembelajaran blended learning mencakup aspek pembelajaran tatap muka langsung pembelajaran online mandiri dan pembelajaran online kolaboratif. Pembelajaran online akan menggunakan media web pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti dimana sebelum diterapkan web pembelajaran tersebut diuji kelayakannya. Pada penerapan sistem pembelajaran blended learning ini mengadaptasi model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan inti yaitu (1) Analysis (2) Design (3) Development (4) Implementation (5) Evaluation. Instrumen uji coba kelayakan web pembelajaran menggunakan rujukan dari Wahono (2006) sedangkan instrumen untuk mengukur efektivitas pembelajaran menggunakan model QAIT (Slavin 2017) Hasil uji coba kelayakan web based learning diperoleh dari subjek uji coba siswa perorangan 83.8% kelompok kecil 85.1% dan kelompok besar sebesar 85.6% sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pembelajaran menggunakan web based learning yang dikembangkan sudah valid. Dampak dari penerapan sistem pembelajaran blended learning terhadap efektivitas belajar siswa terdapat peningkatan sebesar 5.9% dimana pada kondisi awal efektivitas belajar sebesar 72.6% dan setelah penerapan blended learning I meningkat menjadi 78.5%.