Skripsi
Pemetaan pembelajaran bahasa Arab di SMA Kota Kediri / Nailul Hidayah
Abstrak
vi RINGKASAN Hidayah Nailul. 2018. Pemetaan Pembelajaran Bahasa Arab di SMA Kota Kediri.Skripsi. Jurusan Sastra Arab. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Moh. Ainin M.Pd. (II) Ali Ma sum S.Pd. M.A. Kata Kunci pemetaan pembelajaran bahasa Arab SMA Kediri Bahasa Arab merupakan mata pelajaran pokok di pondok pesantren dan sekolah-sekolah Islam (madrasah). Akan tetapi seiring berjalannya waktu bahasa Arab mengalami perkembangan. Bahasa Arab sudah diapresiasi oleh lembaga-lembaga non-keagamaan seperti lembaga pendidikan yang dikelola Kementerian Pendidikan Nasional (SD SMP SMA dan SMK). Di lembaga SMA bahasa Arab merupakan salah satu mata pelajaran peminatan yaitu bahasa dan sastra Asing. Bahasa Asing yang dipelajari di setiap SMA berbeda-beda tergantung kebijakan sekolah tersebut begitu juga dengan SMA di kota Kediri. Setiap SMA yang terdapat mata pelajaran bahasa Arab tentunya memiliki cara yang berbeda dalam proses pembelajarannya. Selain itu bahan ajar dan metode yang digunakan masing-masing guru pasti tidak sama. Untuk itu perlu adanya data yang jelas mengenai pembelajaran bahasa arab di SMA kota Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan pembelajaran bahasa Arab di SMA kota Kediri. Pembelajaran bahasa Arab yang dipetakan meliputi kebijakan sekolah terhadap mata pelajaran bahasa Arab kualifikasi guru bahasa Arab kurikulum bahan ajar metode yang diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab media yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab dan bentuk evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran bahasa arab. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik random sampling atau sampel acak yaitu diambil 10 SMA dari 20 SMA. Data penelitian ini adalah SMA di kota Kediri yang terdapat mata pelajaran bahasa Arab. Data diperoleh dari pengisian angket oleh guru bahasa arab. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama dan dibantu dengan instrumen lain yaitu angket. Adapun tahapan analisis data dalam penelitian ini adalah (1) persiapan (2) klasifikasi data (3) tabulasi dan (4) interpretasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) bahasa Arab hanya diajarkan oleh sebagian kecil SMA di kota Kediri (2) mayoritas guru bahasa Arab sudah sesuai dengan kualifikasinya (3) sebagian besar guru menggunakan kurikulum KTSP dari kemendikbud (4) tidak ada buku teks dari kemendikbud sehingga responden menggunakan buku teks sendiri-sendiri (5) tidak semua sekolah menyediakan media pembelajaran (6) sebagian besar guru menggunakan metode gramatika-terjemah dan (7) sebagian besar guru melakukan evaluasi di akhir unit pelajaran. Dari penelitian ini diketahui bahwa di kediri hanya terdapat empat SMA yang mengajarkan bahasa Arab. Guru yang mengajarkan bahasa Arab dari keempat SMA tersebut diketahui dua vii diantaranya merupakan lulusan S1 bahasa Arab satu guru merupakan S2 bahasa Arab dan satu guru merupakan lulusan S1 Pendidikan Agama Islam. Sedangkan kurikulum yang digunakan adalah tiga guru menggunakan kurikulum KTSP dari Kemendikbud dan satu guru tidak menggunakan kurikulum apapun. Mengenai bahan ajar hanya satu guru yang menggunakan buku teks dari kemendikbud tiga guru lainnya tidak menggunakan buku teks dari kemendikbud dengan alasan tidak ada buku teks dari kemendikbud. Metode yang digunakan dama proses pembelajaran adalah dua guru menggunakan metode gramatika terjemah satu guru menggunakan metode langsung dan satu guru menggunakan metode gramatika terjemah metode langsung metode membaca metode audio-lingual dan metode eklektik. Sedangkan mengenai media pembelajaran hanya dua guru saja yang menggunakan media pembelajaran bahasa Arab. Evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dua sekolah melaksanakan evaluasi setiap akhir unit pelajaran satu sekolah mengadakan evaluasi setiap satu bulan sekali dan satu sekolah mengadakan evaluasi setiap tengah dan akhir semester dan setiap akhir unit pelajaran. Dari penelitian ini saran peneliti yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan adalah untuk dinas pendidikan agar menyediakan guru bahasa Arab. Karena ada beberapa sekolah yang awalnya terdapat guru bahasa Arab tetapi berhenti karena guru bahasa Arab di pindahkan tugas untuk sekolah yang belum menyediakan media pembelajaran bahasa Arab agar kepala sekolah menyediakannya untuk guru yang di sekolahnya tidak menyediakan media pembelajaran agar memanfaatkan media asli yang ada disekitarnya ataupun mengadakan media sendiri dan untuk guru bahasa Arab sebaiknya mengikuti pelatihan/seminar/penataran bahasa Arab untuk menambah wawasan pembelajaran bahasa Arab.