Skripsi
Meningkatkan kemampuan berbicara (kosa kata) melalui media audio visual anak tunagrahita ringan kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan / Erna Setiyowati
Abstrak
ABSTRAK Setiyowati Erna. 2018. Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Media Audio Visual Anak Tunagrahita Ringan Kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan.Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra.Sudarsini M.Pd (2) Drs. UsepKustiawan M.Sn. Kata Kunci Anak Tunagrahita Ringan Media Audio Visual Kemampuan berbicara. Perkembangan bahasa pada anak tunagrahita secara umum anak tunagrahita mengikuti tahap-tahap perkembangan bahasa yang sama dengan anak normal tetapi perkembangan bahasa mereka biasanya terlambat muncul lambat mengalami kemajuan dan berakhir pada tingkat perkembangan yang lebih rendah. Peneliti menggunakan media audio visual guna untuk merangsang anak supaya lebih mahir lagi dalam berbicara karena dengan adanya gambar dan suara memudahkan anak untuk belajar berbahasa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan pemanfaatan media audio visual terhadap perkembangan kemampuan berbicara anak tunagrahita ringan SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan. (2) Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbicara anak tunagrahita ringan SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK yang dirancang dalam II siklus yang terdiri dari beberapa tindakan. Siklus I bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbicara anak didik yang mengalami hambatan intelektual jenis tunagrahita ringan. Peneliti menggunakan II siklus I siklus 2 kali pertemuan selama 60 menit. Siklus II bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara setelah dilakukan perbaikan pada proses pembelajaran yang berdasarkan pada siklus I. Hasil penelitian dengan penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak tunagrahita ringan kelas III semester I. Hal ini terbukti dari pelaksanaan tindakan pada setiap siklus meningkat. Pada siklus 1 rata-rata kemampuan berbicara peserta didik sebesar 67. Pada siklus II rata-rata kemampuan berbicara peserta didik meningkat sebesar 87.Telah terjadi peningkatan rata-rata kemampuan berbicara pada peserta didik sebesar 20 poin. Penguasaan kemampuan berbicara pada siklus I sebesar 56% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 73%. Simpulan dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan terhadap kemampuan berbicara (kosa kata) anak melalui media audio visual anak tunagrahita ringan kelas III di SLB Paedagogia Maospati. Saran bagi sekolah agar menyediakan media audio visual di setiap kelas masing-masing.