Skripsi
Peningkatan kemampuan motorik halus dengan seni kolase pada anak tunadaksa kelas IV di SLBN Manisrejo Kota Madiun / Yuyun Vandriyani
Abstrak
i ABSTRAK Yuyun Vandriyani. 2018. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Dengan Seni Kolase Pada Siswa Tunadaksa Kelas IV Di SLB Manisrejo Kota Madiun. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti M.Pd (2) Drs. M. Shodiq AM M.Pd Kata Kunci Pembelajaran Seni Kolase Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Tunadaksa Dampak gagguan intelegensi yang dialami bagi siswa tunadaksa mengakibatkan hambatan perkembangan dalam bergerak tersenyum menunjukkan minat pada berbagai hal menggunakan tangannya duduk berjalan berbicara dan mengerti. Hal ini mengakibatkan bagi siswa tunadaksa mengalami kesulitan dalam menggerakkan motorik halusnya sehingga dalam melatih motorik halus bagi siswa tunadaksa membutuhkan suatu pembelajaran ketrampilan yang dapat merangsang otot otot pada jari jemarinya agar dapat lebih kuat dan terkontrol. Penelitian ini menerapkan pembelajaran seni kolase yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan motorik halus bagi siswa tunadaksa kelas IV di SLB Manisrejo Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas ( PTK ). Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus dari masing masang siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan evaluasi serta refleksi. Pengumpulan data menggunakan tes praktek untuk mengetahui hasil kemampuan motorik halus sebelum dan sesudah diberikan treatment. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motorik halus melalui pembelajaran seni kolase dengan hasil nilai rata rata pada pra tindakan 38 9% pada siklus I 45 4% dan pada siklus II 72 2%. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan motorik halus peserta didik tunadaksa kelas IV melalu pembelajaran seni kolase di SLB Manisrejo Kota Madiun . Agar persiapan pembelajaran lebih matang mudah dalam mengkondisikan kelas dan pembelajaran tidak membuat siswa jenuh maka guru sebaiknya menyiapkan materi materi yang akan diajarkan terlebih dahulu dan menggunakan media yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa.