Skripsi
Dampak Corporate Social Responsibiliry (CSR) terhadap peningkatan pendapatan usaha mikro pada Kampung Wisata Jodipan Kota Malang / Eko Prasetio
Abstrak
ABSTRAK Prasetio Eko. 2018. Dampak Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro di Kampung Wisata Jodipan Kota Malang. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sugeng Hadi Utomo S.E ME. Kata Kunci Dampak CSR Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro Kampung Wisata Jodipan Pembangunan adalah salah satu syarat peningkatan kualitas suatu negara. Melalui pembangunan pemerintah berusaha untuk mensejahterakan rakyat atau masyarakat di negara itu. Program Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu program dari pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pembangunan negara. Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) diatur dalam undang-undang no. 40 tahun 2007. Di kota Malang program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berhasil dan berdampak baik kususnya bagi kehidupan warga dan masyarakat kota Malang pada umunya adalah (KWJ) Kampung Wisata Jodipan yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) PT.INDANA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap peningkatan pendapatan usaha mikro di (KWJ) Kampung Wisata Jodipan kelurahan Jodipan kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di kelurahan Jodipan kota Malang. Data yang diambil terdiri dari data primer yang didapatkan dari wawancara dan data sekunder yang didapatkan dari data ketua RW 02 kelurahan Jodipan. Hasil penelitian adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan dampak positif pada segi sosial ekonomi bagi warga Jodipan kususnya RW 02 RT 06 07 dan 09. Hal ini sejalan dengan meningkatnya pendapatan usaha mikro dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat Jodipan terhadap kebersihan lingkungan. Peningkatan pendapatan usaha mikro warga (KWJ) Kampung Wisata Jodipan sejalan dengan meningkatnya jumlah pengunjung Kampung Wisata Jodipan yang tertinggi pada akhir pekan dan hari libur dampak baik ini dirasakan pelaku usaha mikro ditandai dengan peningkatan pendapatan perbulan antara 1-2 juta rupiah. Kendala yang dihadapi warga Jodipan dalam mewujudkan Kampung Wisata Jodipan adalah penolakan beberapa warga bila atap rumahnya dicat dengan alasan baru saja di cat. Hambatan tersebut dapat teratasi dengan adanya peran aktif bapak Soni Parin selaku Ketua RW 02 dan bapak Marzuki selaku Ketua Pengurus Kampung Wisata Jodipan untuk mensosialisasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada warga.