Tugas Akhir
Perancangan media pembelajaran trainer mesin Toyota Avansa tipe K3-VE pada kerja injektor untuk sistem bahan bakar / Ferdianto Agungtirta
Abstrak
ABSTRAK Ferdianto Agung Tirta. 2018. Perancangan Media Pembelajaran Trainer Mesin Toyota Avanza Tipe K3-VE pada Kerja Injektor untuk Sistem Bahan Bakar. Tugas Akhir Diploma 3 Mesin Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Windra Irdianto S.Pd. M.Pd. Kata Kunci sistem bahan bakar injektor volume injeksi Sistem bahan bakar berfungsi untuk membakar campuran bahan bakar dan udara kedalam ruang bakar untuk mendapatkan campuran yang sesuai dan menghasilkan tenaga. Dalam sistem bahan bakar EFI (Electronic Fuel Injection) campuran bahan bakar dan udara diatur oleh ECU (Electronic Control Unit) dan penyemprotan dalam ruang bakar di semprotkan oleh injektor. Sedangkan untuk tujuan perancangan ini yaitu agar dapat mengetahui hasil perhitungan penyemprotan bahan bakar yang dikeluarkan injektor. Dalam penyelesaian laporan tugas akhir ini digunakan metode observasi kepustakan interview dan dokumentasi untuk mengumpulkan data tugas akhir. Dari pengumpulan data metode yang dilakukan yang paling utama tentunya bagaimana mencari perhitungan volume penyemprotan injektor yang dihasilkan. Penyemprotan injektor tentunya berbeda-beda pada saat kondisi idle akselerasi rpm tinggi dan deselerasi. Maka dari itu untuk mencari data dari hasil penyemprotan injektor dengan cara menggunakan alat scantool. Dari data yang diperoleh setelah menggunakan alat scantool maka dapat dihitung perhitungan volemenya dengan hasil (1) Pada saat mesin dalam kondisi idle jumlah volume penyemprotan injektor sebesar 90 ml. (2) Pada saat akselerasi jumlah volume bahan bakar yang dikeluarkan adalah 393 ml. (3) Pada saat kondisi mesin dalam putaran tinggi jumlah volume bahan bakar yang dikeluarkan adalah 588 9 ml. (4) Pada saat deselerasi jumlah volumenya adalah 0 ml. Dari perhitungan volume injeksi terjadi perbedaan/jeda yang cukup signifikan antara kondisi idle dan putaran tinggi. Perbedaannya adalah lamanya injeksi 1 ke lamanya injeksi 2 lebih cepat saat putaran tinggi dari pada saat kondisi idle. Maka dapat disimpulkan pemakaian bahan bakar pada kondisi putaran tinggi lebih banyak dari pada kondisi idle dikarenakan injektor terus menerus menyemprotkan bahan bakar dari pada kondisi idle. Ketika kondisi akselerasi waktu penginjeksian lebih lama dan jarak antara penyemprotan lebih cepat. Hal ini dapat menyebabkan pemakaian bahan bakar sangat boros karena mesin perlu bahan bakar berlebih untuk mencapai kondisi putaran tinggi. Tetapi ketika deselerasi injeksi hampir/tidak menyemprotkan bahan bakar dikarenakan saat deselerasi mesin tidak menghasilkan tenaga.