Skripsi
Pengembangan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal untuk siswa Kelas VII SMP Darussalam Kepanjen / Risadatus Suandah
Abstrak
i RINGKASAN Suandah Risadatus. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Prosedur Berbasis Kearifan Lokal untuk Siswa Kelas VII SMP. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Yuni Pratiwi M.Pd. Kata Kunci bahan ajar menulis teks prosedur Pada Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia diimplementasikan dengan menekankan keseimbangan pengembangan kompetensi sikap pengetahuan dan keterampilan. Guru bahasa Indonesia diharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa karena bahasa Indonesia dijadikan alat belajar pada mata pelajaran lainnya. Berdasarkan hal tersebut pembelajaran bahasa Indonesia dimulai dengan meningkatkan pengetahuan tentang jenis kaidah dan konteks suatu teks dilanjutkan dengan keterampilan menyajikan suatu teks lisan maupun tulis. Salah satu materi dalam mata pembelajaran bahasa Indonesia yakni teks prosedur. Tujuan mempelajari teks prosedur supaya siswa mimiliki pola berpikir berstruktur atau prosedural. Hal ini penting karena siswa dapat mengetahui bahwa untuk memecahkan suatu masalah atau untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang mereka inginkan diperlukan tahapan-tahapan yang pasti. Bahan ajar mengenai teks prosedur dapat dilihat pada beberapa buku paket siswa. Beberapa buku paket siswa masih memiliki beberapa kekurangan baik dari segi isi sajian bahasa dan tampilan. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan tersebut peneliti mengembangkan bahan ajar pembelajaran menulis teks prosedur mengenai kearifan lokal. Bahan ajar ini dikembangkan karena belum ada di lapangan dan keberadaannya dibutuhkan untuk penunjang proses pembelajaran menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal. Dengan adanya bahan ajar ini diharapkan dapat membangkitkan minat dan memotivasi siswa dalam pembelajaran menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal mengenalkan kearifan lokal di Indonesia serta dapat membantu siswa dalam kegiatan menulis teks prosedur. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar pembelajaran menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal yang layak dari segi isi bahasa dan tampilan untuk siswa SMP kelas VII. Prosedur penelitian dalam pengembangan bahan ajar pembelajaran menulis teks prosedur ini menggunakan prosedur Borg and Gall yang telah dimodifikasi dari sepuluh langkah menjadi tujuh langkah yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi atau studi pendahuluan. Tahap studi pendahuluan merupakan tahap prapengembangan yang terdiri atas dua langkah yaitu survei lapangan dan penyusunan produk awal (2) tahap perencanaan meliputi rancangan produk yang akan dikembangkan dan proses pengembangan produk (3) tahap pengembangan produk (4) tahap uji ahli dan uji praktisi (5) tahap revisi produk awal berdasarkan hasil uji ahli dan praktisi (6) tahap uji lapangan terbatas dan (7) tahap penyempurnaan produk akhir. Pengembangan bahan ajar ini membutuhkan uji kelayakan. Uji kelayakan produk diujikan kepada ahli materi ahli pembelajaran guru bahasa Indonesia kelas VII SMP Darussalam Kepanjen dan siswa kelas VIIB SMP Darussalam Kepanjen sebanyak 17 siswa. Kelayakan produk dilihat dari tiga aspek yakni aspek isi bahasa dan tampilan. Pada uji ii kelayakan dengan ahli materi memperoleh persentase kelayakan mencapai 100%. Pada uji kelayakan dengan ahli pembelajaran memperoleh persentase kelayakan mencapai 95%. Pada uji kelayakan dengan guru bahasa Indonesia memperoleh persentase kelayakan mencapai 79% Pada uji kelayakan dengan siswa kelas VII memperoleh persentase kelayakan mencapai 84%. Perolehan persentase ini menunjukkan produk ini layak dan bisa diimplementasikan. Produk Bahan Ajar Menulis Teks prosedurBerbasis Kearifan Lokal untuk SMP Kelas VII ini bisa dimanfaatkan oleh guru bahasa Indonesia siswa dan peneliti lain. Pertama guru bisa menggunakan produk tersebut untuk mempermudah penyampaian materi pembelajaran menulis teks prosedur. Kedua produk tersebut bisa dimanfaatkan siswa untuk dijadikan sumber belajar. Ketiga produk tersebut bisa dimanfaatkan oleh peneliti lain untuk dijadikan bahan referensi dan bandingan dalam mengembangkan bahan ajar selanjutnya. Produk bahan ajar ini bisa disebarluaskan melalui forum MGMP dan jurnal penelitian serta kepada sesama mahasiswa. Produk bahan ajar menulis teks prosedur yang dikembangkan ini masih belum sempurna dan perlu perbaikan. Pengembang lain diharapkan untuk menguji keefektifan produk karena dalam penelitian ini hanya sebatas mengembangkan produk yang diujicobakan kepada kelompok terbatas. Tidak hanya menguji keefektifan produk pengembang lain hendaknya juga mengujicobakan produk ke subjek yang lebih besar lagi. Pada pelaksanaannya pengembangan produk lebih lanjut hendaknya memperhatikan beberapa hal diantaranya (1) biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk (2) keterampilan pengembang (3) peralatan baik peralatan saat pembuatan bahan ajar maupun peralatan yang dibutuhkan saat uji coba dilaksanakan. Dengan adanya pengembangan lanjutan yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal ini diharapkan produk yang dihasilkan akan lebih baik lagi.