Skripsi
Profil Pelangi Nusantara sebagai industri kreatif dalam pengolahan limbah garmen di Kabupaten Malang / Adibah Bahrak
Abstrak
RINGKASAN Bahrak Adibah. 2018. Profil Pelangi Nusantara sebagai Industri Kreatif dalam Pengolahan Limbah Garmen di Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Esin Sintawati M.Pd (II) Dra. Endang Prahastuti M.Pd. Kata Kunci Pelangi Nusantara Komunitas Industri Kreatif Limbah Garmen Pelangi Nusantara (Pelanusa) merupakan komunitas yang berbasis social entrepreneur dan bergerak dalam dalam bidang kerajinan tekstil dengan memanfaatkan limbah garmen berupa kain perca sebagai bahan baku utamanya. Pelanusa dibentuk untuk mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus ekonomi dengan memberdayakan perempuan dari berbagai latar belakang seperti mantan TKW remaja putus sekolah sampai perempuan nikah dini dengan mengasah keterampilan mereka untuk mengolah kain perca menjadi produk bernilai jual tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang profil komunitas Pelanusa yang meliputi sejarah visi misi profil sumber daya manusia sistem keanggotaan sistem pengelolaan produk yang dihasilkan pelayanan dan fasilitas bagi anggota prestasi dan penghargaan yang telah didapat kendala peran pemerintah sampai dengan program jangka panjang komunitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dimana hasil penelitian ini berupa gambaran Pelanusa sebagai salah satu komunitas kreatif di Kabupaten Malang. Peneliti menentukan kriteria responden yang akan menjadi sumber data penelitian yaitu orang yang memahami tentang latar belakang komunitas dan telah tergabung sebagai anggota selama kurang lebih tiga tahun. Berdasarkan kriteria tersebut peneliti memilih tiga responden yaitu founder komunitas tim kreatif dan anggota komunitas. Berdasarkan seluruh hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pelanusa merupakan salah satu komunitas kreatif di Kabupaten Malang yang telah mampu mengatasi permasalahan limbah industri garmen dengan cara memberdayakan perempuan sekitar untuk mengolahnya sampai dengan menolong perekonomian masyarakat. Anggota komunitas mendapatkan pelatihan keterampilan pelatihan administrasi bisnis sampai dengan pembinaan usaha mandiri. Akibat diterapkannya materi-materi yang telah diperoleh anggota mampu membuat produk-produk yang diminati dan pada akhirnya produk tersebut dapat dijual dan menambah penghasilan dari anggota tersebut bahkan sampai dengan membuka usaha mandiri atas pengolahan kain perca. Pelanusa perlu memperbaiki sistem pengelolaan keuangannya sehingga dapat segera tersalurkan kepada anggota yang telah berproduksi. Anggota komunitas juga harus lebih berperan aktif dan terus melakukan pengembangan diri dari hasil pelatihan yang telah diperoleh dan mempraktekkannya untuk diri sendiri atau bahkan melakukan kegiatan usaha sehingga mampu memperoleh kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya dan taraf hidup meningkat. Pemerintah Kabupaten Malang hendaknya lebih memberikan perhatiannya untuk komunitas-komunitas yang berpotensi untuk mengangkat nama Kabupaten Malang baik secara sosial maupun ekonomi dengan cara membantu perkembangannya secara finansial dan dukungan moril.