Skripsi
Nilai-nilai kependidikan dalam sikap kepahlawanan Sukarni pada masa kemerdekaan tahun 1937-1966 / Akbar Danu Satriya
Abstrak
ABSTRAK Satriya Akbar Danu. 2018. Nilai-Nilai Kependidikan Dalam Sikap Kepahlawanan Sukarni Pada Masa Kemerdekaan Tahun 1937-1966. Skripsi JurusanSejarah FakultasIlmuSosial UniversitasNegeri Malang. pembimbing (I) Dr. Joko Sayono M.Pd. M. Hum (II) Dr. Dewa Agung Gede Agung M. Hum Kata kunci Hari Kemerdekaan Indonesia pahlawan Sukarni pendidikan Sukarni adalah seorang putra Indonesia yang telah ikut menghiasi sejarah bangsa dan negaranya. Merupakan anak kelima dari Kartodiwirjo dan Supiah yang lahir pada tanggal 14 Juli 1916 di Blitar Jawa Timur. Sejalan dengan tersebut makna Sukarni mengandung berbagai dimensi tergantung dari sudut mana menelaahnya. nama Sukarni diketahui secara samar melalui peristiwa Rengasdengklok 1945 namun sebagian lagi tak mengetahuinya sama sekali. Sukarni sudah ditetapkan menjadi pahlawan Nasional pada pemerintahan Joko Widodo. Meskipun demikian khalayak umum masih belum begitu mengetahui tentang pahlawan satu ini yang mempunyai andil besar dalam pembentukan RI Indoneisa Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Latar belakang kehidupan Sukarni pada masa pra kemerdekan sampai masa kemerdekaan Indonesia (2) Aktifitas politik Sukarni di Indonesia pada masa kolonial sampai masa Pendudukan Jepang dan (3) Nilai-nilai kepahlawanan Sukarni bagi pendidikan di Indonesia Penelitian ini menggunakan metode sejarah seperti yang dinyatakan oleh Kuntowijoyo (2013) yang diawali dengan pemilihan topik. Pemilihan topik tersebut berdasarkan kedekatan emosional dan kedekatan intelektual. Langkah selanjutnya adalah heuristik dimana penulis mengumpulkan data mulai dari buku-buku (contoh Sukarni Dalam Kenangan Teman-temanya Sukarni Actie Rengasdengklok) ARSIP (Conroh Surat keputusan presiden bahwa sukarni menjadi Duta Besar Luar Biasa untuk RRT) dan melakukan sejarah lisan (Sekertaris Pribadi dan Putri Bungsu Sukarni). Langkah ke Tiga yaitu verivikasi pada tahap ini terdapat dua langkah yaitu kritik interen dan eksteren. Langkah tersebut membandingkan antara sumber satu dengan sumber lainya. Selanjutnya langkah ke empat adalah intepretasi pada tahap ini penulis mengintepretasikan sosok sukarni yang mempunya nilai-nilai kepahlawan yang dapat di adopsi pada dunia pendidikan. Langkah selanjutnya adalah historiografi dimana tahap ini merupakan langkah terakhir. Pada proses penulisan ini saling menghubungkan fakta-fakta yang sudah di kumpulkan dan selanjutnya memaparkan apa yang sudah terjadi dari tahun ketahun. Berdasarkan Hasil penelitian yang diperoleh yaitu (1) Sukarni terlahir pada masa Kolonial Belanda tepatnya tanggal 14 Juli 1916 di Blitar Jawa Timur. Berbagai pendidikan formal telah ditempuhnya. Sukarni bisa menyelesaikan pendidikannya hingga perguruan tinggi. Sukarni juga aktif dalam berbagai organisasi-organisi yang ada seperti Perhimpunan Pemuda PPPI PPK Persatuan Perjuangan dan partai MURBA (2) Pada masa penjajahan kolonial Belanda dan Jepang Sukarni mempunyai peran yang sangat penting seperti tergabung dalam kelompok partai mendirikan Persatuan Pemuda Kita mengerahkan masa untuk melawan penjajah dan yang tidak kalah penting Sukarni berbagi ilmu untuk memajukan bangsanya. Peran-peran Sukarni semata-mata untuk mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan rakyat Indonesia. (3) Sukarni memiliki nilai-nilai kepahlawanan yang bisa diadopsi dan diterapkan oleh pendidikan Indonesia saat ini. Nilai-nilai tersebut seperti rela berkorban tanggung jawab disiplin dsb. Nilai-nilai tersebut bisa diterapkan dalam pendidikan karakter di Indonesia. Saran dari peneliti bagi peneliti yang berencana untuk membahas tokoh lokal maupun nasional di Indonesia masih banyak yang belum terbahas. Banyak tokoh-tokoh lokal yang mempunyai perjuangan yang sangat besar untuk memperjuangkan Indoneisa tetapi masih kurang diapresiasi oleh masyarakat Indoneisa.