Skripsi
Pengembangan modul pembelajaran sejarah bangunan indis Kantor Residen Besuki: kajian sejarah dan arsitektur untuk kelas XI di SMAN 1 Situbondo / Hidayatullah
Abstrak
i ABSTRAK Hidayatullah. 2018. PengembanganModulPembelajaranSejarahBangunan Indis Kantor Residen Besuki Kajian Sejarah dan Arsitektur untukKelas XI di SMAN 1 Situbondo. Skripsi JurusanSejarah FakultasIlmuSosial UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Dr. BlasiusSuprapta M.Hum. (2) Drs. Mashuri M.Hum. Kata Kunci Modul Bangunan Indis Besuki. PadaKurikulum 2013 pembelajaran yang dilakukanberpusatpadapeserta didik. Namun padapelaksanaanyatidaksemuasekolahtelahmenerapkankurikulum tersebut dengan benar.Termasuk di SMAN 1 Situbondo tempatpenelitianinidilakukan.Sekolah tersebut menggunakan Kuriulum 2013 tetapi pada penerapannya masihmenggunakan model pembelajaranberstandar KTSP. Sehinggaberdampakpadakurangnyabahan ajar dan pengetahuan pada peserta didik.Penelitianinikemudianmemfokuskanpadamasalahtersebutdenganmemberikanpengembanganmodulsebagaibahan ajar tambahan pada pembelajaran yang sesuaidenganKurikulum 2013.Sehinggapenelitianinibertujuanuntukmengembangkanprodukberupamodulpembelajaransejarahdanmengujiefektivitasproduktersebut agar sesuaiKurikulum 2013. Penelitianinimenggunakanduametode pertamadenganmetodehistoris yang bertujuanuntukmengumpulkanmateriterkaitisimodul yang akandikembangkan agar menghasilkanmateri yang valid. Kedua denganmetodepengembanganmelaluibeberapalangkahyaitu (1) potensidanmasalah (2) pengumpulan data (3) desainproduk (4) validasidesain (5) revisiproduk (6) ujicobaproduk (7) revisiproduk (8) ujicobapemakaian dan (9) revisiproduk. Berdasarkanpenelitianpengembangan yang dilakukan produk yang dikembangkanlayakuntukdigunakansebagaibahan ajar tambahan dalampembelajarandansesuaidenganKurikulum 2013. Data yang diperolehpertama validasiahlimateridenganpersentasesebesar 87 5% danvalidasiahli media denganpersentase 86 67%. Dari keduahasil validator ahlitersebutmenyatakanbahwamodul yang dikembangkan valid.Kemudian yang keduaujicobapemakaianpadakelompok.Untukkelompokkecilmemperolehpersentase 90% denganjumlahresponden 7 pesertadidik sementarauntukkelompokbesardenganrespondenseluruhpesertadidikdalamkelasmemperolehpersentase 91 58%. Berdasarkan hasil uji coba lapangan yang dilakukan produk modul yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar tambahan yang sesuai dengan Kurikulum 2013.