Skripsi
Pengaruh latihan intensitas moderat dan latihan intensitas tinggi terhadap histopatologi tubulus proksimal ginjal pada tikus Rattus norvegicus strain wistar / Aida Mawarni
Abstrak
i RINGKASAN Mawarni Aida. 2018. Pengaruh Latihan Intensitas Tinggi dan Latihan Moderat Terhadap Histopatologi Tubulus Proksimal Ginjal Pada Tikus Rattus Norvegicus Strain Wistar. Skripsi. Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) dr. Rias Gesang Kinanti M.Kes. (II) Dr. Supriyadi M.Kes. Kata Kunci latihan intensitas tinggi latihan moderat histopatologi tubulus proksimal ginjal ROS nekrosis Latihan secara tidak langsung dapat menimbulkan radikal bebas. Baik yang dilakukan dengan latihan intensitas tinggi maupun latihan moderat. Latihan dengan intensitas moderat dapat mencegah hilangnya fungsi fisik dan memperbaiki resiko tekanan darah yang berkontribusi terhadap perkembangan berbagai penyakit. Namun latihan yang dilakukan dengan intensitas tinggi memiliki resiko tinggi terhadap kerusakan sel dan jaringan dalam organ tubuh salah satunya organ ginjal. Latihan dengan intensitas tinggi dapat meningkat produksi radikal bebas akibat stres fisik yang terjadi. Produksi radikal bebas (ROS) yang berlebih akan menimbulkan gangguan pada ginjal berupa Nekrosis Tubular Acute (NTA) secara patologis ditandai dengan kematian dan kerusakan sel tubulus ginjal. Akan tetapi banyak masyarakat atau pelaku olahraga tidak mengetahui hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan intensitas tinggi dan latihan intensitas moderat terhadap histopatologi tubulus proksimal ginjal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental laboratories dengan menggunakan 15 sampel tikus Rattus Norvegicus Strain Wistar yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok latihan intensitas tinggi latihan intensitas moderat dan kelompok kontrol. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik Random Control Group Posttest-Only Design. Kemudian di analisa untuk melihat kerusakan tubulus proksimal ginjal dengan menggunakan aplikasi OlyVIA 2.4 FOR WIND 2010. Data yang terkumpul dianalisa menggunakan program computer Statistical Package of Special Science (SPSS) 17.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok latihan intensitas tinggi memiliki pengaruh tehadap gambaran histopatologi tubulus proksimal ginjal pada tikus Rattus Norvegicus Strain Wistar yakni p 0 000 dibandingkan pada kelompok latihan intensitas moderat dan kelompok kontrol tidak signifikan yakni p 0 087. Kesimpulan pada penelitian ini adalah latihan yang dilakukan dengan intensitas tinggi memiliki pengaruh terhadap histopatologi tubulus ginjal. Disarankan adanya penelitian yang serupa dengan pemberian vitamin E atau vitamin C untuk menekan produksi radikal bebas yang diakibatkan oleh latihan.