Skripsi
Pengaruh latihan intensitas moderat dan intensitas tinggi terhadap peningkatan jumlah sel osteoklas femur tikus (Rattus norvegicus) / Syafitri Indah Luqmana
Abstrak
i Ringkasan Luqmana Syafitri Indah. 2018. Pengaruh Latihan Intensitas Moderat dan Intensitas Tinggi terhadap Peningkatan Jumlah Osteoklas Pada Femur Tikus (Rattus Norvegicus). Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) dr. Rias Gesang Kinanti M. Kes. (II) Dr. Sapto Adi M.Kes. Kata Kunci latihan intensitas moderat dan intensitas tinggi sel osteoklas Sebagaian besar masyarakat melakukan latihan adalah upaya seseorang untuk meningkatkan perbaikan organisme dan fungsinya untuk mengoptimalkan prestasi dan penampilan olahraga. Tujuan dari latihan untuk memperoleh berprestasi semaksimal mungkin namun dalam proses pelaksaan latihan tidak cukup mudah dan sederhana. Awan Hariono (2006 1). Latihan pada penelitian ini menggunakan 2 jenis intensitas yaitu intensitas moderat dan intensitas tinggi (High Intensity). Melakukan atihan fisik dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan cedera otot sehingga tidak dianjurkan untuk melaksanakannya. Lamanya waktu melakukan latihan fisik juga memberikan pengaruh terhadap keadaan fisiologis pada umumnya. Durasi latihan fisik yang dianjurkan paling sedikit 20 menit dan akan lebih efektif bila dilakukan selama 30-60 menit (Casaburi 1992). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian experimental laboratories dengan rancangan Random Control Group Posttest-Only Design (Arjadi dkk. 2014 198) dan menggunakan 15 ekor tikus putih (rattus norvegicus) jantan muda berumur 8-12 minggu yang terbagi menjadi 3 kelompok masing-masing berjumlah 5 tikus kelompok moderat diberikan perlakuan latihan moderat 5 tikus kelompok intensitas tinggi diberikan perlakuan latihan intensitas tinggi dan 5 tikus kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan latihan. Hasilnya adalah rerata uji beda Turkey HSD pada menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok latihan moderat (P1) dan kelompok latihan intensitas tinggi (P2) (Sig. 0.004 atau p 0.01) sedangkan kelompok latihan kontrol dan kelompok latihan intensitas tinggi tidak signifikan (Sig. 0.047 atau p 0.01). Sedangkan kelompok latihan moderat dan kontrol tidak signifikan (0.368 atau p 0.01). Dari penelitian ini di simpulkan pemberian latihan intensitas tinggi dapat meningkatkan jumlah sel osteoklas pada femur tikus putih (rattus norvegicus) yang dapat menyebabkan terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis).