Skripsi
Pengaruh olahraga intensitas high dan intensitas moderate dengan musik terhadap ekspresi interleukin 6 pada mahasiswa / Naufal Rizki Septian
Abstrak
ii RINGKASAN Septian N.R. 2018 Eksperimen Pengaruh Olahraga Intensitas High dan Intensitas Moderate dengan Musik terhadap Ekspresi Interleukin 6 pada Mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sugiharto M. S (II) Dra. Desiana Merawati M. S. Kata Kunci interleukin 6 olahraga peradangan musik. Olahraga merupakan aktifitas fisik yang dapat memberikan dampak baik pada tubuh. Olahraga pada dosis yang tepat dapat memberikan peningkatan status kesehatan. Namun dosis yang melebihi ambang batas dapat mengganggu homeostasis berupa peradangan serta kerusakan pada jaringan otot. Penggunaan otot yang berlebihan pada aspek durasi dan frekuensi yang melebihi kapasitas kemampuan kontraksi otot dapat menjadi pemicu peradangan yang dapat memberikan dampak negatif seperti disorganisasi pada myofilaments serta kerusakan pada T tubule miofibers serta peningkatan ekspresi Interleukin 6 (250 956 g.kg-1.day-1) yang berdampak pada penurunan kapasitas otot sebesar 15%. Tujuan dari penelitian ini membandingkan ekspresi interleukin 6 pada olahraga intensitas high moderate dan moderate dengan mendengarkan musik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental laboratories dengan menggunakan 45 sampel mahasiswa yang berumur 19 23 tahun. Sampel dibagi menjadi 15 sampel pada masing masing kelompok yaitu kelompok olahraga intensitas high kelompok olahraga intensitas moderate dan kelompok olahraga intensitas moderate dengan musik. Teknik pengambilan data menggunakan instrumen pretest dan posttest. Data sampel darah diambil saat pretest serta posttest dari perlakuan lari treadmill hasil tes menggunakan peralatan medis dan peralatan Lab Kebugaran FIK UM. Data yang telah dikumpulkan dianalisa menggunakan program komputer Statistical Package of Special Science (SPSS) 22.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan ekspresi interleukin 6 pada kelompok pretest dan posttest pada uji beda Kruskal Wallis dengan taraf signifikansi P 0 05 menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan ekspresi interleukin 6 pada kelompok pretest sig. 0 143 sedangkan kelompok posttest sig. 0.109. Namun pada uji beda pretest dan posttest menggunakan Wilcoxon dengan taraf signifikansi P 0 05 menunjukkan perbedaan signifikan ekspresi interleukin 6 pada kelompok olahraga intensitas moderate (sig. 0 012) dan moderate dengan mendengarkan musik (sig. 0 008). Kesimpulan pada penelitian ini adalah olahraga intensitas moderate dengan mendengarkan musik dapat menurunkan ekspresi interleukin 6 saat melakukan olahraga. Disarankan kepada masyarakat untuk menggunakan intensitas moderate dengan mendengarkan musik untuk peningkatan ekspresi interleukin 6 pada ambang batas.