Skripsi
Peningkatan kemampuan meringkas buku nonfiksi dengan menggunakan metode SQ3R pada siswa kelas XI IPA 2 / Arif Wahyudianto
Abstrak
i ABSTRAK Wahyudianto Arif. 2017. Peningkatan kemampuan Meringkas Buku Nonfiksi dengan Menggunakan Metode SQ3R pada Siswa Kelas XI IPA 2 MA Negeri Wlingi. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Martutik M.Pd. Kata kunci Teknik membca cepat SQ3R meringkas buku. Menulis ringkasan merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa kelas 11 SMA. Melalui kegiatan meringkas siswa dapat dengan cepat mengingat dan menemukan kembali dan mengingat sebuah bacaan yang pernah di baca dengan cepat dan juga efisien. Pembelajaran meringkas buku menjadi pembelajaran yang kurang diminati oleh siswa. Penyebabnya yaitu guru tidak merancang suatu kegiatan yang sistematis dan bertahap dalam pembelajaran meringkas buku di kelas. Akibatnya siswa mengalami kesulitan yakni kesulitan untuk meringkas buku dengan efiesinsi waktu dan tingkat detail ringkasan yang baik. Oleh karena itu diperlukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mengatasi hambatan dan mendukung kelancaran pembelajaran meringkas buku. Strategi yang dimaksud adalah penerapan teknik membaca cepat dengan metode SQ3R di aplikasikan pada kegiatan merinkas buku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan meringkas buku nonfiksi dengan menggunakan metode SQ3R pada siswa MAN Wlingi Kelas XI IPA 2 dan mendeskripsikan peningkatan kualitas proses pembelajaran meringkas buku nonfiksi dengan menggunakan metode SQ3R pada siswa MAN Wlingi Kelas XI IPA 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan instrument yang digunakan untuk penelitian ini adalah observasi wawancara tes angket dan wawancara. Hasil tes pada siklus I menunjukkan siswa yang mampu mencapai KKM hanya sekitar 61% dari total keseluruhan atau 22 siswa dari 36 siswa. Sedangkan siswa yang belum mampu mencapai KKM adalah sekitar 39% dari total keseluruhan atau 14 siswa dari 36 siswa masih belum mampu mencapai KKM. Pada siklus ke II hasil tes menunjukkan hasil kemampuan meringkas buku nonfiksi siswa yang mampu mencapai KKM sekitar 83% dari total keseluruhan atau 30 siswa dari 36 siswa. Sedangkan siswa yang belum mampu mencapai KKM adalah sekitar 17% dari total keseluruhan atau 6 siswa dari 36 siswa masih belum mampu mencapai KKM. Sedangkan untuk kualitas proses pembelajaran pada siklus I dan siklus II berbeda sehingga hasil kemampuan meringkas buku nonfiksi yang diperoleh sangat berbeda. Simpulan penelitian tindakan kelas ini adalah dengan menggunakan metode SQ3R dalam materi meringkas buku nonfiksi mempermudah siswa dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam meringkas buku nonfiksi.