Skripsi
Pengembangan media interaktif pada mata pelajaran simulasi dan komunikasi digital dengan model pembelajaran probing prompting di Teknik Komputer dan Jaringan / Rizky Amalia Syahfitri
Abstrak
ABSTRAK Syahfitri Rizky Amalia. 2018. Pengembangan Media Interaktif pada Mata Pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital dengan Model Pembelajaran Probing Prompting di Teknik Komputer dan Jaringan. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Dr. H. Hakkun Elmunsyah S.T. M.T. (2) I Made Wirawan S.T. S.S.T. M.T. Kata Kunci Media Pembelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital Probing Prompting Pembelajaran dan media erat kaitannya karena dengan adanya media pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Namun apabila media pembelajaran yang digunakan monoton maka siswa merasa jenuh. Buku BSE yang diterbitkan oleh SEAMOLEC LKS dan power point merupakan panduan guru dalam penyampaian materi pada mata pelajaran simulasi digital namun hal tersebut kurang menarik minat siswa dalam belajar. Model pembelajaran yang diterapkan juga berpengaruh dalam proses belajar mengajar model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan keinginan siswa dalam belajar. Sehingga dibutuhkan media pembelajaran yang berintegrasi model pengembangan yang tepat dalam meningkatkan semangat belajar siswa. Metode pengembangan yang digunakan dalam mengembangkan media pembelajaran ini adalah model ADDIE. Model ADDIE memili tahapan antara lain (1) Analysis (2) Design (3) Development (4) Implementation dan (5) Evaluation. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Pengujian kelayakan dilakukan dengan uji review dari ahli media dan ahli materi uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Pengembangan ini menghasilkan sebuah media pembelajaran dengan model pembelajaran probing prompting mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Jaringan yang berekstensi .exe. Berdasarkan analisis data diperoleh dari uji review ahli materi mendapat rata-rata persentase 95 5% ahli media 93 8% uji coba kelompok kecil 92 4% dan uji coba kelompok besar 86 4%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media dapat digunakan sebagai media pembelajaran mandiri maupun sebagai media tambahan pembelajaran di kelas dan di luar kelas.