UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Studi komparatif kemampuan melompat anak putra usia 9 tahun berdasarkan tempat tinggal di wilayah Kabupaten Malang / Priyo Ananto Romadhon

Romadhon, Priyo Ananto - Nama Orang;

Abstrak
i RINGKASAN Ananto Priyo. 2018. Studi Komparatif Kemampuan Melompat Anak Putra Usia 9 Tahun Berdasarkan Tempat Tinggal di Wilayah Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Asim M.Pd. Kata Kunci keterampilan melompat anak usia 9 tahun tempat tinggal. Perkembangan gerak melompat pada seluruh jenjang usia akan mengalami peningkatan setiap orang memiliki tingkat kemampuan berbeda dalam keterampilan aktivitas gerak dasarnya hal ini berkaitan dengan berbedanya keadaan fisik seseorang. Manusia merupakan makhluk hidup yang selalu mengalami perkembangan dan pertumbuhan dari waktu ke waktu. Perkembangan anak merupakan suatu kelanjutan dari perkembangan yang sejalan dengan pertumbuhan manusia seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan melompat anak usia 9 tahun yang tinggal di dataran rendah dataran sedang dan dataran tinggi di Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan cross-sectional. Variabel yang diteliti berupa variabel terikat berupa tingkat perkembangan jauh lompatan anak putra usia 9 tahun dan variabel bebas berupa tempat tinggal di dataran tinggi sedang dan rendah. Analisis data menggunakan anava satu arah dengan 945 0 05 dan uji lanjut menggunakan LSD.. Berdasarkan hasil uji anava satu arah menunjukkan probabilitas 0 000 0 05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat perbedaan perkembangan melompat pada anak usia 9 tahun yang tinggal di dataran rendah dataran sedang dan dataran tinggi. Bedasarkan hasil uji LSD menjelaskan bahwa perbandingan tingkat keterampilan melompat anak putra usia 9 tahun yang tinggal di dataran rendah lebih baik dibandingkan dataran sedang dataran tinggi lebih baik dibandingkan dataran rendah dan dataran tinggi lebih baik dibandingkan dataran sedang. Berdasarkan hasil tes tingkat perkembangan melompat anak putra usia 9 tahun diperoleh rata-rata hasil tes di dataran rendah sebesar 137.428 dataran sedang sebesar 133.46 dan dataran tinggi sebesar 143.3 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dataran tinggi berpengaruh lebih baik terhadap kemampuan melompat anak usia 9 tahun dibandingkan dataran rendah dan dataran sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat keterampilan melompat anak usia 9 tahun yang tinggal di dataran rendah dataran sedang dan dataran tinggi diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru pendidikan jasmani di setiap sekolah dengan cara memberikan pengarahan dan pengetahuan pada saat proses pembelajaran yang dapat mendukung perkembangan anak dan meningkatkan kemampuan melompat pada siswa.


Informasi Detail
DDC
Rs 796.432 ROM s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, 2018.
Deskripsi Fisik
ix, 89 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00711/KI/19
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2018
Subjek
1. MELOMPAT
2. GERAK NON LOKOMOTOR
3. JUMPING

Pembimbing
1. Asim
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik