Skripsi
Identifikasi miskonsepsi peserta didik kelas XI MAN 1 Pasuruan pada materi larutan penyangga dengan menggunakan soal diagnostik four-tier / Bakhtiar Raharjo
Abstrak
v RINGKASAN Raharjo Bakhtiar. 2018. Identifikasi Miskonsepsi Peserta Didik Kelas XI MAN 1 Pasuruan pada Materi Larutan Penyangga dengan Soal Diagnostik Four-Tier. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Endang Budiasih M.S. (2) Dra. Dedek Sukarianingsih M.Pd. M.Si. Kata Kunci miskonsepsi larutan penyangga soal diagnostik four-tier Materi kimia merupakan salah satu materi yang dianggap sulit oleh peserta didik dengan berbagai alasan diantaranya karena materi kimia bersifat kompleks dan abstrak. Peserta didik cenderung memiliki pandangan yang khas tentang fenomena dan konsep ilmiah yang mereka bawa dalam pembelajaran. Akibatnya peserta didik dapat memiliki pandangan yang berbeda dengan pandangan masyarakat ilmiah yang disebut dengan miskonsepsi. Larutan penyangga adalah salah satu materi dalam kimia yang berkaitan dengan materi yang lain seperti asam basa dan kesetimbangan. Apabila peserta didik mengalami miskonsepsi pada materi asam basa dan kesetimbangan maka besar kemungkinan peserta didik tersebut juga akan mengalami miskonsepsi pada materi larutan penyangga. Salah satu instrumen untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada peserta didik adalah instrumen diagnostik four-tier. Pada instrument ini tingkat pertama merupakan soal pilihan ganda dengan empat pengecoh dan satu kunci jawaban. Tingkat ke dua merupakan tingkat keyakinan dalam memilih jawaban. Tingkat ke tiga merupakan alasan menjawab pertanyaan. Tingkat ke empat merupakan tingkat keyakinan dalam memilih alasan. Oleh karena itu peneliti terdorong untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi larutan penyangga menggunakan instrumen diagnostik four-tier. Pada penelitian ini digunakan rancangan penelitian deskriptif dan kuantitatif dengan subjek penelitian 72 peserta didik kelas XI MAN 1 Pasuruan. Langkah-langkah dalam penelitian ini yaitu (1) mengkaji literatur (2) menyusun peta konsep dan kisi-kisi (3) menyebarkan soal alasan terbuka (4) menyusun butir soal (5) Validasi isi butir soal (6) uji coba instrumen. Hasil analisis butir soal menggunakan SPSS 23 for Windows diketahui bahwa tes diagnostic four-tier yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kriteria reliabilitas dengan koefisien reliabilitas sebesar 0 539 yang tergolong kriteria cukup dengan rentang 0 4 r11 8804 0 6. Hasil analisis data penelitian menunjukkan ada 8 miskonsepsi yang teridentifikasi pada materi larutan penyangga dengan rata-rata peserta didik yang mengalami miskonsepsi yaitu (1) kekuatan asam-basa berdasarkan harga Ka dan Kb (23 61%) (2) sifat larutan penyangga (2 78%) (3) kapasitas larutan penyangga (18 75%) (4) komposisi larutan penyangga (24 53%) (5) pengaruh penambahan ion senama pada larutan penyangga (27 78%) (6) pH larutan penyangga (10 76%) (7) fungsi larutan penyangga dalam makhluk hidup (12 50%) dan (8) pembuatan larutan penyangga (20 14%).